Stop Nyanyian Rasis, Bentuk Redam Dendam

Nyanyian rasis bukanlah hal baru dalam dunia suporter sepak bola entah itu diluar negri maupun didalam negri, bahkan nyanyian tersebut semakin lantang apabila dibarengi dengan pertandingan bersama tim besar, para suporternya pun saling menjatuhkan mental satu sama lain dengan hal-hal seperti itu.

Pastinya hal tersebut sangat berdampak tidak baik didalam lapangan serta diluar lapangan, maka dari itu pada laga persija kontra perserui kali ini (08/10) Sekertaris Umum atau sekum Jakmnia mengintruksikan langsung agar dalam pertandingan tersebut tidak ada lagi nyayian rasis yang terdengar di stadion.

Ia berpesan kepada bidang acara Jakmania apa bila terdengar nyanyian rasis atau ujaran kebencian maka langsung diam seketika, untuk mengedukasikan kepada Jakmania yang lain hal tersebut tidak baik untuk dilakukan, hal ini pun cukup membuahkan hasil yang bagus walaupun masih ada sebagian kecil dari mereka yang masih melakukan hal negatif tersebut.

Namun harapan kedepannya pastinya akan lebih baik lagi, dimana setiap laga Persija Jakarta tidak ada lagi nyanyian rasis atau ujaran kebencian yang terdengar.

PSSI juga serius untuk membuat sanksi yang lebih tegas terkait hal ini, maka muncul wacana untuk memberhentikan pertandingan. Untuk mengurangi tingkah buruk suporter di dalam lapangan, PSSI berencana membuat regulasi yang menyatakan pertandingan dapat dihentikan apabila lagu-lagu cacian terdengar di dalam stadion. Wacana ini muncul ke permukaan karena ujaran kebencian dapat memperkeruh rivalitas antar suporter.

“Saya kira semua sepakat, ini ujung dari sebuah upaya bahwa siklus pemberian sanksi terhadap rasis yang ditunggu sampai pertandingan selesai sering tidak efektif,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono saat acara Silahturahmi Supporter Sepak Bola di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (1/10).

“Oleh karenanya, implementasi ini perlu dirumuskan dengan cermat bersama PT Liga Indonesia Baru (operator Liga 1), perangkat pertandingan, wasit, match commisioner, dan tentu saja pemain yang ada di lapangan,” katanya menambahkan.

Nyanyian rasis selama ini dianggap sebagai pemicu keributan antar suporter. Untuk mengurangi bahkan mencegahnya, menghentikan pertandingan dapat menjadi cara yang ampuh.

“Idenya kami setuju dan ini agar disiarkan kepada semua sebagai tahap awal yang sangat kongkrit agar kampanye kebencian itu berhenti di kompetisi ini,” imbuh Joko.

Tinggalkan Balasan