Pidana Terhadap Penyebar Konten Penghinaan

Bidang Hukum Jakmania.

 

Jak, akhir-akhir ini konten penghinaan dan/atau pencemaran nama baik terhadap seseorang seringkali tersebar di sosial media. Penyebabnya beragam, salah satunya akibat kebencian terhadap orang yang dihina tersebut, termasuk terhadap pribadi suporter dan klub, pengurus federasi sepakbola, ataupun pemain sepak bola.

Tau gak sih, kalau sebenarnya perbuatan penyebaran konten penghinaan tersebut merupakan tindak pidana? Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) Jo. dalam Bab VII mengenai Perbuatan Yang Dilarang, Pasal 27 ayat (3) mengatur sebagai berikut:

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Selain penyebaran konten yang memuat muatan penghinaan, penyebaran konten yang memuat muatan asusila juga merupakan perbuatan yang dilarang sesuai Pasal 27 ayat (1) UU ITE yang berbunyi sebagai berikut:

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Jadi, perbuatan mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan juga yang memiliki muatan asusila adalah perbuatan yang dilarang oleh hukum yang berlaku di Indonesia Jak!

Pelaku perbuatan tersebut diancam pidana sesuai ketentuan Pasal 45 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“Perubahan UU ITE”) yang berbunyi sebagai berikut:

“(1) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(3) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

(5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan delik aduan.”

Ancaman pidana atas perbuatan ini ga main-main jak, setiap orang yang terbukti menyebarkan konten elektronik yang mengandung muatan asusila maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda maksimal 1 milyar rupiah, sedangkan jika terbukti menyebarkan konten elektronik yang mengandung muatan penghinaan dan pencemaran nama baik harus siap-siap menghadapi hukuman penjara maksimal 4 tahun dan/atau denda maksimal 750 juta rupiah apabila diadukan oleh korbannya ke penyidik. Ga akan ada yang mau kan berakhir konyol masuk penjara hanya karena ga bisa ngontrol emosinya akibat ngatain orang lain?

Udah lumayan banyak juga loh orang yang terjerat Pasal ini, contohnya pengusaha Sam Aliano yang dilaporkan artis Nikita Mirzani atas pasal 45 ayat (3) Perubahan UU ITE dan kasus Reza Rizaldy alias Redjoy yang pernah didakwa Pasal 45 UU ITE akibat kasus video Ariel. Jangan sampai karena emosi, kita justru melakukan penghinaan terhadap seseorang atau menyebarkan konten-konten yang mengandung muatan asusila misalnya: video porno yang diedit pemerannya menjadi orang yang tidak kita suka, lukisan atau visual pemain sepakbola melakukan hubungan seksual, maupun tulisan-tulisan kasar yang memuat konten asusila.

So, mari jadi suporter yang cerdas dengan mendukung Persija Jakarta tanpa perlu menghina suporter lain atau pihak manapun, jadilah The Jakmania sejati yang merupakan Persija Lovers, bukan Rival Haters.

Dasar hukum:
Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

 

Tinggalkan Balasan