Mundurnya Gede Widiade Dan Muhammad Rafil Perdana Dari Manajemen Persija Jakarta

Rabu malam (6/2) di bekas kantor Persija wilayah duren tiga Kabar mengejutkan datang dari manajemen Persija Jakarta. Gede Widiade memutuskan untuk mundur dari jabatanya sebagai direktur utama tim ibu kota. 

Tentunya ini menjadi tanda tanya besar, mengingat di bawah pengelolaan Gede, Persija bisa dibilang kembali bisa menunjukkan identitasnya sebagai salah satu klub besar di Indonesia. Sejak menjabat sebagai dirut Persija pada 2016, berbagai prestasi mampu dihadirkan Gede.

Selain lebih mempersehat finansial klub, Persija juga berprestasi kembali di pentas sepakbola nasional. Diawali pada musim 2017 finis di posisi keempat klasemen akhir, kemudian dilanjutkan pada tahun kedua tim Macan Kemayoran mampu menyabet tiga gelar yaitu turnamen Boost Sports Fix Super Cup 2018, Piala Presiden 2018, dan yang paling prestisius adalah juara Liga 1 2018.

Selain Gede, chief operation officer (COO) Persija, Muhammad Rafil Perdana, juga memutuskan mundur dari jabatannya. Gede dan Rafil pun memberikan penjelasan terkait keputusannya itu di awal tahun ini.

“Perusahaan telah melakukan aksi korporasi dengan melakukan pergantian direksi yang diperkirakan pada Desember atau Januari lalu. Sepertinya perusahaan dan pemegang saham sudah mempersiapkan kegiatan yang lebih besar lagi ke depannya untuk Persija, dan karena sudah mencapai target sepertinya tugas saya dan mas Rafil di Persija sudah selesai” ucap Gede, dalam jumpa persnya tersebut.

“Secara yuridis, direktur utama sekarang dijabat Pak Koko Alfiat, sementara saya masih ditunjuk sebagai direktur olahraga dan mas Rafil sebagai COO. Tapi per tanggal 1 Februari 2019, kami berdua sudah memutuskan dan mengirimkan surat resmi pengunduran diri secara yuridis dan struktural kepada pemegang saham klub. Karena kami melihat tugas kami sudah selesai lantaran dalam tiga tahun sudah bisa memenuhi target yang diberikan kepada kami,” jelasnya.

“Pengunduran diri saya bukan bersifat politis, atau apapun di luar itu. Jadi ini murni soal aksi korporasi. Kemudian, saya harus minta maaf dan sekaligus berterima kasih kepada teman-teman The Jakmania serta teman-teman media. Kami terima kasih buat kontribusi dan support apapun yang telah diberikan kepada klub selama saya berada di Persija,” tambahnya. 

 Hal senada juga dituturkan Rafil. Dia berharap, ke depannya Persija bisa lebih baik dalam hal prestasi.

“Kami berdua mohon pamit. Ke depannya, semoga teman-teman media dan teman-teman The Jakmania dapat menerima pengunduran diri kami,” tuturnya.

Jika melihat pernyataan Gede, untuk posisi dirut Persija akan dijabat oleh Koko Alfiat yang sebelumnya tercatat sebagai salah satu pemilik saham di PT Jakarta Indonesia Hebat, salah satu perusahaan pengelola Persija, selain Joko Driyono. Sebelumnya, Koko lebih fokus dalam pengelolaan keuangan klub.

Selain itu Gede Widiade juga menjelaskan sudah adanya perpindahan kantor persija dari wilayah Duren Tiga ke daerah kuningan, namun hanya informasi itu saja yang ia dan Rafil dapat, karena kejelasan alamat serta kapan pindahnya itu tanpa sepengetahuan mereka, ia menembahkan apa-apa yang mau ditanyakan masalah Persija silahkan ke manajemen yang baru, karena secara hukum Gede Widiade dan Rafil sudah tidak berwenang lagi dalam manajemen Persija   

Ketika ditanya terkait Persija yang sebelumnya Satgas Anti Mafia Bola melakukan penggeledahan di bekas kantor PT. Liga Indonesia pada Jumat 1 Februari 2019 lalu. Mereka menemukan sejumlah dokumen yang diduga milik Persija dihancurkan. Isu kemudian muncul di mana dokumen tersebut dicurigai terkait kasus match fixing. 

Dia menyebut jika keputusannya untuk mundur dari Persija murni atas tugas yang telah selesai diembannya. “Pengunduran ini tidak ada kaitannya dengan penemuan dokumen. Kami juga sampai saat ini tidak tahu dokumen apa yang ditemukan. Saya sudah menyatakan mundur itu tak lama setelah Persija juara, tapi secara Yuridiksi pada 1 Februari,” ucapnya. 

“the Jakmania itu hanya punya satu tujuan, yaitu mensupport dan membela apapun yang terjadi dengan yang namanya Persija, tanpa the Jakmania Persija tidak akan ada apa-apanya. Terima kasih the Jakmania”. – Gede Widiade. #TerimaKasihGedeWidiade.

Tinggalkan Balasan