Press Conference Pertama Kokoh Afiat Sebagai Dirut Persija

Setelah rapat tertutup antara manajemen dan pemegang saham, akhirnya Press Conference Kokoh Afiat sebagai Direktur Utama Persija di gelar di Hotel Century Jakarta (9/2/2019), sebelumnya dirinya meminta maaf kepada seluruh awak media dan para pecinta sepak bola tanah air, yang telat memberikan statment sebagai Dirut Persija yang menggantikan Gede Widiade.

Dalam Prescon tersebut ia bercerita beberapa waktu lalu telah menerima surat pengunduran diri Gede Widiade dan Rafill, lalu memberikan lembaran tersebut kepada para pemegang saham Persija, sesuai yang diamanantkan.

Dirinya menyatakan “surat pengunduran tersebut adalah tsunami, karena selama dua tahun saya bersama beliau membagi tugas dalam melaksanakan oprasional Persija, tapi Persija sebagai klub besar tidak boleh terganggu oleh siapapun, pemimpin boleh silih berganti tetapi persija sebagi klub besar”.

Ia juga menyatakan terimakasih dan menghormati keputusan Gede Widiade, yang telah membangun Persija hingga mendapatkan kejayaan, pastinya di Persija merasakan kehilangan pengurus seperti beliau.

Dirinya menyatakan sudah berkonsolidasi ke berbagai pihak di Persija, diantaranya Tim Persija, Panpel, serta Manajemen, yang kesemuanya telah mendukung serta mensuport ia sebagai Dirut yang baru, selain itu dihari ini pula Kokoh Afiat telah mendapatkan dukungan dari pada para pemilik saham Persija Jakarta.

“Penunjukan saya sebagai Dirut belum lama, di Persija itu telah mengembangkan struktur organisasi dari yang sebelumnya,  ini berkaitan dengan perkembangan sepak bola yang kekinian”. Dalam penjelasannya tersebut kini Persija ingin masuk ke Bursa Saham, maka membutuhkan Profesional tambahan didalam tubuh Persija, agar semua program tersebut dapat terlaksana.

Dirinya juga menyebutkan Ferry paulus yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden tim Persija, kali ini menjadi CEO yang akan membantunya dalam bekerja, “ terus terang saya kurang berpengalaman di bidang ini, maka para pemegang saham telah menunjuk dan menetapkan Ferry Paulus membantu proses berjalannya Persija dalam bidang olahraga”.

Dalam masalah pengunduran Gede WIdiade, dirinya mengatakan jangan sampai terpengaruh dengan masalah tersebut, Persija adalah klub besar yang harus lebih dari sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ferry Paulus pun mengomentari dan memastikan bahwa perubahan struktur manajemen di tubuh Persija tak akan mengganggu stabilitas tim. Dia menyebut aksi korporasi ini sebagai hal yang lazim terjadi dalam perjalanan sebuah klub sepak bola.

“Peristiwa atau personil mengundurkan diri itu aksi korporasi biasa. Di manapun ada. Flashback ke belakang, sering terjadi perubahan,” kata Ferry Paulus, “Tentu buat Persija ini adalah sebuah kehilangan. Tetapi, tidak boleh ada yang boleh lebih besar dari Persija,” ucapnya tegas..

Tinggalkan Balasan