PENTINGNYA AFC CUP 2019 UNTUK INDONESIA

Mimpi semua Jakmania sepertinya sama, bisa mengawal Persija di kompetisi antar klub tertinggi di Asia, AFC Champions League. Agar mimpi itu bisa terwujud, banyak usaha yang harus dilakukan, banyak pihak yang harus terlibat, dan tentu saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Usaha-usaha yang harus dilakukan demi mencapai mimpi tersebut, salah satunya adalah sebisa mungkin meraih kemenangan di setiap partai AFC Cup tahun ini. Karena setiap poin yang diraih di AFC Cup hanya bernilai sepertiga dari poin yang diraih di Champions League untuk penghitungan nilai koefisien sebuah federasi. Nilai koefisien inilah yang digunakan oleh AFC Sebagai penentu jatah tim yang akan berlaga di kompetisi Asia.

Contoh: 

  1. Johor Darul Takzim meraih kemenangan di fase grup AFC Champions League, maka FAM sebagai federasi sepakbola malaysia mendapatkan 3 poin tambahan pada koefisien AFC.
  2. Persija meraih kemenangan di fase grup AFC Cup, maka PSSI sebagai federasi sepakbola Indonesia mendapatkan 1 poin tambahan pada koefisien AFC
  3. Buriram United meraih hasil imbang di fase grup AFC Champions League, maka FAT sebagai federasi sepakbola Thailand mendapatkan tambahan 1 poin pada koefisien AFC
  4. PSM meraih hasil seri di fase grup AFC Cup, maka PSSI sebagai federasi sepakbola Indonesia merndapatkan 0,3 poin tambahan pada koefisien AFC

Detil distribusi nilainya adalah sebagai berikut:

  1. AFC Champions League:

Menang: 3 Poin

Seri: 1 Poin

Kalah: 0 Poin

  • AFC Cup (Fase grup):

Menang: 1 Poin

Seri: 0,3 Poin

Kalah: 0 Poin

  • AFC Cup (Knock Out Stage Asean):

Menang: 0,89 Poin

Seri: 0,296 Poin

Kalah: 0 Poin

Pada tahun 2018, Persija dan Bali United tampil cukup baik di AFC Cup 2018, dengan hasil akhr 4,1 poin untuk PSSI, terbaik keempat di zona Asean, hanya kalah dari Thailand yang berkompetisi di Champions League, serta Filipina dan Singapura yang wakilnya mencapai final zona Asean AFC Cup.

Penentuan jatah peserta tiap negara dihitung berdasarkan performa di beberapa musim terakhir, masalahnya, kita tidak mendapatkan poin sama sekali pada tahun 2016 sampai 2017 dikarenakan hukuman dari FIFA, sementara negara-negara yang performanya juga tidak bagus-bagus amat konsisten mendapatkan poin tiap tahunnya. Posisi indonesia saat ini terancam tidak mendapatkan jatah di Asia pada musim 2021 nanti.

Selain performa klub, performa tim nasional juga diperhitungkan sebagai penentu jatah klub yang akan berlaga di Asia. Poinnya diambil dari 10% nilai ranking FIFA terkini. Poin FIFA didapat dari penampilan tim nasional di ajang persahabatan, kualifkasi, atau di turnamen resmi FIFA. Nah, masalahnya lagi, tim nasional kita dari rentang 2015 sampai 2016 tidak ada akktivitas di pentas sepakbola internasional.

Yang patut kita garis bawahi adalah, Indonesia terancam tanpa wakil di Asia pada tahun 2021, jika tahun ini Persija dan PSM tidak tampil baik di AFC Cup 2019.  Berikut data detailnya:

Data di atas adalah ranking untuk negara-negara Asia Timur. Sekadar informasi, AFC membagi wilayahnya menjadi dua zona, barat untuk negara-negara Arab dan Asia tengah, timur untuk negara-negara di Asia bagian timur sampai Australia.

Indonesia masih sangat berpeluang untuk mendapatkan slot pada tahun 2021, setidaknya untuk play off Liga Champions, asalkan kedua wakil Indonesia, yaitu Persija dan PSM bisa tampil baik tahun ini, sambil berharap wakill-wakil negara lain tampil buruk di kompetisi tahun ini.

Maka dari itu, setiap laga Persija di AFC Cup tahun ini sangat penting, bukan hanya bagi Persija itu sendiri, tapi juga sangat penting untuk sepakbola Indonesia secara keseluruhan. Tidak ada alasan untuk melepas satu partai pun tahun ini demi ajang pra musim.

Tinggalkan Balasan