the Jakmania Series: The Jak Outsiders, dulu Ketakutan kini Berani

Penulis adalah Nopiar Abdul Rohim, anggota The Jakmania Pondok Kacang Sub Wilayah Ciledug Plus.

Ini adalah kisah tentang Outsiders, kelompok The Jakmania di pinggiran. Kisah pada 2000-an awal ini datang dari Jakmania Pondok Kacang, Sub Wilayah Ciledug Plus.

Kisah tentang outsiders pada awalnya dikenal keras, bukan sekadar slogan. Maklum, kami berada di tanah rival, di pinggiran Jakarta.

Lantaran perbatasan, gesekan antarsuporter menjadi mudah terjadi. Repotnya, pada awal 2000-an, jumlah The Jakmani di pinggran Jakarta relatif sedikit.

Jadi, ketika mau menyaksikan Persija bertanding, suasannya cukup mencekam. Bahkan mengenakan jersey Persija di rumah pun tak berani.

Mengenakan jersey oranye Persija di kawasan domisili bisa mendatangkan petaka. Jadi, kami cari aman.

Sebuah cerita ketika kelompok outsiders akan menyaksikan pertandingan Persija. Kami menyewa angkot (angkutan kota).

Tidak jarang mobil angkot hancur, rusak, atau kaca pecah ketika pulang dari stadion. Akibatnya, outsiders makin sulit untuk menemukan pemilik angkot untuk disewa.

Para sopir angkot sudah paham bahwa risiko menyewakan kepada outsiders. Padahal outsiders pula yang kemudian menanggung biaya kerusakannya.

Saya yakin semua outsiders pasti pernah mengalami hal demikian. Meski begitu, pengalaman itu tidak mengendurkan semangat kami untuk mendukung Persija berlaga.

Bagi saya, Persija adalah kebangganan. Istilah berdarah-darah yang pernah diungkapkan eks-kapten Persija, Bambang Pamungkas, mewakili hati saya dan kawan kawan selama mendukung Persija.

Namun, outsiders yang juga biasa disebut ROJALI atau Rombongan Jak Liar kini mulai tertata. Tidak lagi kusam, amburadul, dan sembarangan.

Bahkan kini, The Jak Ciledug yang awalnya ketakutan mengenakan jersey Persija, sekarang sudah percaya diri. Kami berkeliaran ke manapun selalu mengenakan jersey Persija tanpa was-was.

Jadi, keadaan berbalik 180 derajat. Dulu kami takut, sekarang rival yang begitu.

Benar kata pepatah, roda itu berputar. Kadang-kadang di bawah, tak jarang di atas.

Perubahan situasi ini bukan berjalan dengan otomatis, tapi karena ada upaya dari Jakmania Outsider –terutama para senior.

Itu sebabnya Jakmania Outsiders sekarang terorganisir dengan baik, mulai akar rumput sampai pucuk selalu berkoordinasi dengan baik.

Jakmania Outsiders pun sekarang tertib aturan, patut pada imbauan korwil atau Ketua Umum The Jakmania. Kami pun menghormati para senior.

Itulah cerita kami, The Jakmania Outsiders.

dapat juga dibaca disini : https://www.skor.id/nusantara/the-jakmania-series-the-jak-outsiders-dulu-ketakutan-kini-berani-01351876

Tinggalkan Balasan