Pahit untuk Persija, Manis untuk the Jakmania

Menyambut Hari Ulang Tahun Persija Jakarta ke-92, Pengurus Pusat the Jakmania akan memberikan info-info mengenai sejarah Klub Kebanggaan kita loh! Penasaran? Nyok simak postingan kita yang ke tujuh belas.

Ada obrolan warkop yang mengatakan kalau Persija sedang punya skuat mumpuni, mendadak liga tidak jalan. Hal ini kita alami di tahun 2020, bahkan 2015 kita juga mengalami hal tersebut.

Nasib tidak bagus seperti itu justru pertama kali dialami Persija saat musim 1997/98 atau Ligina IV. Persija berambisi membangun tim besar demi menghilangkan dahaga gelar 18 tahun. Niatan ini pun diamini oleh Gubernur Sutiyoso. Gerbong pemain bintang dari Mastrans Bandung Raya didatangkan seperti Nuralim, Olinga Atangana, Budiman Yunus, hingga M. Ramdan. Terdapat pula bintang saat itu Miro Baldo Bento.

Rencana Persija nyaris sesuai harapan, menduduki runner up dibawah Persebaya pada klasemen sementara wilayah barat. Namun, semua akhirnya kandas karena situasi politik memanas dan liga dihentikan.

Tetapi dibalik pahitnya kenangan Persija di tahun 97/98 tersebut, terdapat kenangan manis pula yang hingga kini dirasakan dengan lahirnya the Jakmania di tahun 1997. Dari yang hanya ratusan, kini sudah puluh ribuan bahkan ratus ribuan angkanya.

Tinggalkan Balasan