“Biro Lampung, dari Sumatera untuk Persija”

Biro Lampung dengan sejuta cerita dan kisah dibaliknya. Berawal dari 4 mahasiswi yang berkuliah di daerah Metro dan mendirikan Jak Metro di tahun 2010.
Seiring dengan berjalannya waktu komunitas ini mulai bertransformasi dengan harapan yang lebih luas lagi hingga akhirnya berubah menjadi Jakmania di Lampung.

Tepatnya pada tahun 2014 Jak Metro berganti nama menjad Jak Lampung, dimana harapan dari perubahan nama tersebut agar Jakmania dapat mencangkup wilayah Lampung secara keseluruhan.
Berkembangnya komunitas dapat dilihat dari bertambahnya anggota Jakmania yang aktif berKTA di korwil-korwil yang tersebar di Jakarta.

Melihat perkembangan yang pesat, Bang Rizky atau yang sering disapa Bang Aan memiliki harapan adanya wadah yang dapat menyatukan seluruh Jakmania yang tersebar di wilayah Lampung. Dengan beberapa masukan dari Bung Ferry selaku ketua Jakmania saat itu, Jak Lampung memberanikan diri untuk mengajukan wilayahnya menjadi biro resmi Jakmania.

Tepat pada tanggal 4 Oktober 2019 komunitas ini akhirnya resmi menjadi Biro ke-4 Jakmania, dengan anggota aktif saat ini berjumlah lebih kurang 250 orang. Saat ini biro Lampung diketuai oleh Bang Aan dan wakilnya bernama Rio atau Aden.

Sebagai biro Lampung, Jak Lampung mempunya tujuan untuk menyebarkan virus orange di wilayah Lampung, serta membangun brand image positif Jakmania di daerah ini. Beberapa cara yang telah dilakukan diantaranya mengadakan santunan anak yatim, berbagi dengan orang yang membutuhkan, serta menjalin hubungan baik dan silahturahmi dengan sesama supporter atau penduduk lokal.

Banyak sekali kisah yang tak terlupakan dari perjalanan Jak Lampung ini, diantaranya moment ketika final Piala Presiden 2018 yang berlangsung di GBK, saat itu Jak Lampung membawa anggotanya sebanyak 800 orang dari lampung ke Jakarta, namun sangat disayangkan dari anggota sebanyak itu yang bisa masuk menyaksikan pertandingan secara langsung hanya 25 orang saja, sisanya harus menunggu diluar stadion, namun hal tersebut tidak meredukkan semangat mereka untuk selalu mendukung Persija Jakarta, dimana kekecewaan mereka terbayar atas Persija Jakarta yang menjari juara pada tahun tersebut.

Selain cerita diatas ada pula kisah yang mengharukan, dimana anggota pengurus Jak Lampung yang harus kehilangan pekerjaan saat mendukung Persija, dengan kejadian tersebut tidak membuatnya patah semangat dalam mendukung Persija.

Tinggalkan Balasan