Litbang Jakmania Hadiri Laws of the Game Educational Programme

Pada Jumat, 4 Mei 2018, bertempat di Persada Executive Club Halim, Jakarta Timur, perwakilan tim Litbang PP Jakmania menghadiri acara Laws of the Game Educational Programme. Acara tersebut merupakan bentuk sosialisasi Laws of the Game FIFA dari Komisi Wasit PSSI kepada klub-klub anggotanya, salah satunya Persija Jakarta. Pada acara tersebut, Komisi Wasit PSSI diwakili oleh Khairul Agil yang juga merupakan instruktur wasit berlisensi FIFA.

Pelaksanaan acara tersebut diawali oleh pemaparan peraturan permainan sepakbola secara umum yang terbagi menjadi dua, yaitu Laws of the Game dan Laws of the Match. Laws of the Game, yang terdiri dari 17 pasal, mengacu kepada peraturan FIFA untuk pertandingan sepakbola secara meyeluruh. Sedangkan Laws of the Match mengacu kepada peraturan yang situasional, artinya bisa berubah sesuai kondisi, dengan tetap mengacu kepada Laws of the Game.

Selanjutnya acara juga dilanjutkan dengan pemaparan mengenai perubahan-perubahan yang terjadi pada Laws of the Game. Seperti diketahui, bahwa setiap tahunnya terdapat beberapa perubahan dalam Laws of the Game yang bertujuan agar permainan sepakbola bisa berkembang menjadi lebih baik lagi. Perubahan pada tahun ini (2017/2018) antara lain pemberian kartu merah terhadap pemain yang menjegal usaha mencetak gol (denying obvious goal opportunity), pemberian hukuman tendangan bebas tidak langsung terhadap tim yang pemainnya masuk lapangan tanpa seizin wasit, perubahan daftar susunan pemain, maksimal pergantian yang bisa mencapai lima kali, dan perubahan istilah frignment/infrignment menjadi offence/offend.

Acara tersebut juga menjadi ajang diskusi antara Komisi Wasit dengan anggota tim Persija Jakarta (pemain, pelatih, staff, dan manajer). Salah satu diskusi yang menarik adalah persoalan penanganan medis kepada pemain. Dalam hal ini, dokter tim Persija, Dokter Donny Kurniawan, mengkritik kebijakan wasit-wasit di Indonesia yang sering mengesampingkan pengetahuan medis yang dimiliki dokter tim. Dokter juga membandingkan dengan wasit di AFC Cup yang menurutnya lebih kooperatif dengan dokter tim saat ada pemain yang cedera di lapangan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan