the Jakmania Tegal, Menjadi Korwil Pertama di Jawa Tengah

Siapa yang tidak tahu Tegal, wilayah yang dijuluki dengan Kota Poci ini ternyata menyimpan sebuah kisah perkembangan the Jakmania. Wilayah Tegal menjadi wilayah pertama didirikannya Korwil the Jakmania di Jawa Tengah. Pada 7 Januari 2012 the Jakmania Tegal resmi berdiri sebagai sub-korwil dari wilayah Kranji. Tidak butuh waktu yang lama berselang 4 tahun tepatnya di 2016, the Jakmania Tegal resmi berdiri menjadi korwil pertama di Jawa Tengah. Hazbi selaku wakil ketua the Jakmania Tegal membagi cerita perjalanan teman-teman di Tegal pada live yang dilangsungkan Sabtu, 11 September 2021 di Instagram Infokom Jakmania. Ia mengatakan dinamika dan pasang surut organisasi tentu dirasakan juga oleh the Jakmania Tegal, namun kekompakan adalah kunci dimana the Jakmania Tegal bisa berdiri sampai saat ini. Hampir 10 tahun

Biro Banjarnegara, Resmi di Era Pandemi

Biro Banjarnegara saat ini (4 September 2021) menjadi Biro terakhir di organisasi the Jakmania. Masa pandemi tidak mengendorkan semangat Banjarnegara mewujudkan impiannya untuk menjadi keluarga besar organisasi the Jakmania. Melihat kebelakang, bagaimana perjuangan para pendiri untuk mendirikan nama the Jakmania di wilayah ini. Berawal dari 4 orang pemuda bernama Dani, Teguh, Gunawan, dan Dodo. Dengan semangat dan visi yang sama maka terbentuklah the Jakmania Banjarnegara sebagai komunitas pada 27 Juni 2010. Sama seperti hal yang dialami oleh Biro lainnya, berbagai cara mereka lakukan semata untuk mengumpulkan para Persija lovers yang berada di Banjarnegara. Mengandalkan sosial media, membagikan kuesioner ke sekolah-sekolah, serta menempelkan informasi di warnet-warnet semua dijalankan demi satu tujuan mengorenkan Banjarnegara. Tak sampai disitu, demi memperluas jaringan the Jakmania, mereka juga

the Jakmania Brebes, Revisi 5 Kali Perihal Tanda Baca dan Huruf Kapital.

Jelajah Jakmania (JeJak) kembali hadir menemani minggu malam teman-teman the Jakmania. Pada episode kali ini waktunya Biro Brebes menceritakan kisah awal mula mereka berdiri sampai pada diresmikannya menjadi Biro ke-7. Perjalanan the Jakmania Brebes dimulai pada tahun 2010. Nama tim Persija memang sudah tidak asing lagi di Brebes, namun apa itu Jakmania? Ya, nama Jakmania masih menjadi sebuah hal yang abu-abu. Seiring berjalannya waktu dengan mengandalkan kekuatan sosial media, Aji Ismanto yang akrab disapa dengan Bang Aji ini berkenalan dan bertemu dengan beberapa orang sesama pencinta Persija. Dengan visi yang sama, pada tahun 2012 the Jakmania Brebes memutuskan untuk bergabung dengan organisasi the Jakmania sebagai sub-korwil Kranji. Kenyataan yang kurang menyenangkan harus dialami the Jakmania Brebes. Jatuh bangun dalam mempertahankan nama Brebes dan

The Jakmania Solo, “Setelah Vakum, Melaju Jadi Biro”.

Siapa tak tahu Kota Solo? Wilayah yang cukup dekat dan bersahabat dengan Persija Jakarta. Tak sampai di Persija saja, Kota Solo kini pun dekat dan bersahabat dengan the Jakmania. Berawal dari beberapa mahasiswa Jakarta yang berkuliah di Solo, akhirnya Biro Jakmania Solo pun terbentuk.  Pada dasarnya mereka adalah the Jakmania, sehingga dimana pun mereka berada identitas dan kebanggan sebagai the Jakmania terus ditonjolkan. 11 Maret 2008 berdirilah the Jakmania Solo sebagai komunitas pertama kali. Pemilihan tanggal 11 Maret rupanya bukan sembarangan karena mereka berkuliah di UNS (Universitas Sebelas Maret) sehingga mereka memilih tanggal tersebut. Seiring dengan jalannya waktu, the Jakmania Solo juga mengalami pasang surut sehingga mereka sempat vakum lebih kurang 1 tahun. Namun tidak berlanjut lama, atas dasar kecintaan dan rasa bangga

Jakmania Kebumen, Berdiri Sebagai Suporter Lokal Pertama di Kebumen.

Jakmania Kebumen tak hanya membawa cerita dan sejarah bagi Jakmania, namun juga untuk pertumbuhan supporter di daerah Kebumen. Berawal dari 3 pendiri yaitu Idez, Nopa, dan Imam pada tahun 2010. Berawal dari kecintaan terhadap klub Ibu Kota, Persija Jakarta membawa 3 anak muda asal Kebumen ini sepakat dan tanpa ragu untuk menunjukan identitas mereka sebagai Persija lovers. Dalam live pada 8 Agustus 2021 segment Jejak (Jelajah Jakmania) bersama Jakmania Kebumen, Idez mengatakan bahwa Jak Kebumen adalah pelopor dan satu-satunya komunitas supporter lokal saat itu. Dengan menggaet anak-anak muda sekolahan di Kebumen membuat pertumbuhan Jakmania Kebumen begitu pesat. Menyadari pertumbuhan secara kuantiti membuat Jakmania Kebumen memiliki harapan untuk dapat berdiri sebagai Biro resmi Jakmania. Dengan menjadinya Biro mereka berharap dapat menjalani roda organisasi lebih

Purwokerto Sebagai Biro Pertama Jakmania

Satu lagi kisah dari Biro the Jakmania dari daerah yang sangat jauh dari Jakarta, dimana Biro ini merupakan yang pertama bagi pengurusan pusat the Jakmania, menjadi Biro pertama Jakmania bukanlah hal yang mudah bagi rekan-rekan di Purwokerto, dimana Mereka harus berjuang, menunggu, dan pada akhirnya dapat menikmati proses selama 11 tahun. Berawal di tahun 2008 Jak Purwokerto berdiri melalui mahasiswa Jakarta yang saat itu mengenyam pendidikan di Purwokerto. Seiring dengan jalannya waktu dan pertumbuhan Jakmania disana, pada tahun 2015 mereka bergabung dengan Korwil Kelapa Gading dan menjadi sub-Korwil selama 4 tahun. Pada 14 Juli 2019 Jakmania Purwokerto memiliki tujuan yang lebih lagi dalam menyebarkan virus oren dan mendidikan pondasi organisasi yang lebih baik, dengan tekat tersebut Jakmania Purwokerto mengajukan diri untuk menjadi

“Biro Lampung, dari Sumatera untuk Persija”

Biro Lampung dengan sejuta cerita dan kisah dibaliknya. Berawal dari 4 mahasiswi yang berkuliah di daerah Metro dan mendirikan Jak Metro di tahun 2010.Seiring dengan berjalannya waktu komunitas ini mulai bertransformasi dengan harapan yang lebih luas lagi hingga akhirnya berubah menjadi Jakmania di Lampung. Tepatnya pada tahun 2014 Jak Metro berganti nama menjad Jak Lampung, dimana harapan dari perubahan nama tersebut agar Jakmania dapat mencangkup wilayah Lampung secara keseluruhan.Berkembangnya komunitas dapat dilihat dari bertambahnya anggota Jakmania yang aktif berKTA di korwil-korwil yang tersebar di Jakarta. Melihat perkembangan yang pesat, Bang Rizky atau yang sering disapa Bang Aan memiliki harapan adanya wadah yang dapat menyatukan seluruh Jakmania yang tersebar di wilayah Lampung. Dengan beberapa masukan dari Bung Ferry selaku ketua Jakmania saat itu,

Tak Pernah Absen ke Jakarta Untuk Dukung Persija dari Kalimantan

Biro Kaltim (Kalimantan Timur) adalah biro yang paling jauh sampai saat ini. Infokom Jakmania, melalui acara barunya yang bernama JeJak (Jelajah Jakmania), berkesempatan berbincang dengan ketua Biro Kaltim saat ini Bang Tino. Bang Tino menceritakan bagaimana awal mula terbentuknya Jakaltim (sebutan untuk Biro Kaltim) yang dipelopori oleh 3 orang perantau yaitu Bang Imad, Bang Arief (Korwil Bekasi saat ini), dan Bang Eka. Kisahnya berawalnya sebagai komunitas ditahun 2009, lalu seiring berjalannya waktu Jakaltim melangkah maju dengan bergabung menjadi sub korwil Kebon Jeruk. Pasang surut dialami oleh Jakaltim sehingga mereka sempat terbagi menjadi 2, namun kecintaan akan Persija membuat mereka mengesampingkan ego tersebut, dan baru pada tahun 20 September 2020 Jakaltim resmi menjadi Biro ke-3 Jakmania. Jarak yang jauh dari Jakarta, tidak menyurutkan semangat

Banjarnegara, Biro Resmi Jakmania ke-8

Ada yang resmi nih!Selamat kepada teman-teman Jakmania Banjarnegara yang sudah sah menjadi Biro Resmi the Jakmania.Banjarnegara diresmikan menjadi bagian dari keluarga besar the Jakmania dan menyandang status sebagai Biro Resmi the Jakmania ke-08.Jakmania Banjarnegara sendiri dipimpin oleh Bang Fadil sebagai Kepala Biro. Sejarah Jakmania Banjarnegara Jakmania Banjarnegara yang berdiri pada tahun 2010 berasal dari rasa cinta bang Dhanz terhadap Persija dan kemudian beliau dedikasikan dengan mendirikan komunitas Jakmania di Banjarnegara . Dan disitulah beliau mengadakan perkumpulan yang awalnya hanya dihadiri oleh 4 orang  yaitu Bang Dhanz , Teguh , Gunawan , Dodo . Kemudian mulai bertambah menjadi 10 orang sampai 25 orang. Karena jumlah Persija fans di Banjarnegara semakin bertambah, akhirnya  dibentuklah struktur organisasi  agar lebih mudah dalam mengkoordinir anggotanya . Pada tanggal 27