Final yang Tertunda

Hari itu, Sabtu, 27 Juli 2019, kira-kira pukul 07.00 saya tiba di Makassar. Mengawal kebanggaan, Persija Jakarta, tak lain dan tak bukan adalah tujuan utama dalam kunjungan pertama saya ke Pulau Sulawesi. Persija Jakarta yang telah mengantongi keuntungan kemenangan 1-0 di Jakarta melalui gol dramatis Ryuji Utomo akan dijamu PSM Makassar di Mattoangin pada final leg ke-2 Piala Indonesia. Partai ini jelas merupakan partai besar yang melibatkan dua tim besar era perserikatan dan dua tim terbaik di Indonesia setidaknya dalam rentang waktu dua tahun terakhir. Selain itu, psywar melalui media sosial yang sudah dilakukan suporter kedua tim bahkan jauh hari sebelum pertandingan di gelar menjadi bumbu tambahan yang seharusnya membuat kedua tim semakin bersemangat untuk memenangkan pertandingan. Suasana di Makassar hari itu sangat “sepakbola.” Spanduk-spanduk bertuliskan “Spirit 2000” dan “Kota ini harus

Surat Terbuka PP Jakmania Untuk Pertandingan PS Tira Persikabo vs Persija Jakarta

Assalamualaikum Wr. Wb Berkaitan dengan pertandingan PS TIRA Persikabo melawan Persija Jakarta hari Selasa, 16 Juli 2019 di Stadion Pakansari Cibinong, maka kami dari Pengurus Pusat the Jakmania menyatakan keberatan atas harga tiket untuk the Jakmania yang ditempatkan di tribun timur Stadion Pakansari. Keberatan yang kami sampaikan ini adalah sebagai bentuk perjuangan kami untuk memudahkan anggota mendukung Persija. Kami anggap bahwa harga tiket yang ditunjukan untuk the Jakmania tidak rasional. Jika pertandingan “Big Match”dijadikan alasan, lantas kategori yang sama saat PS TIRA Persikabo melawan Madura United jelas jauh lebih murah. Tentu saja keberatan kami sangat beralasan, karena Persija sendiri baru bertanding hari rabu kemaren di GBK, dan hari minggu (21/07) akan bermain di partai Final Piala Indonesia. Kami memikirkan bagaimana keadaan

Halal Bihalal Jakmania dan Persija di Rumah Dinas Gubernur Jakarta

PP the Jakmania beserta jajaran manajemen Persija dan pemain Persija Jakarta menghadiri undangan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.  Dalam acara silatuhrahmi halal bihalal ini, bapak Anies Rasyid Baswedan memberikan pesan "Mari sama-sama kita buktikan kalo di Jakarta ada pertandingan berjalan dengan aman Kamis (27/6/2019). Acara ini adalah pertemuan lanjutan yang sebelumnya sudah dilakukan oleh beberapa perwakilan PP Jakmania yang berkunjung kerumah Gubernur Jakarta tersebut, guna mempererat tali silaturahmi antara supporter Persija Jakarta dan pihak pemerintahannya.  Dalam kesempatan tersebut, Anies Baswedan mengaku sangat bangga Jakarta punya tim sebesar Persija. Ke depan ia pun terus berupaya untuk mendukung kemajuan Persija.  “Dengan kehadiran Persija serta Jakmania membuat rasa persatuan luar biasa saya rasakan saat kita konvoi juara Liga 1 berkumpul semua dalam satu bendera kita semua pendukung Persija,” kata Anies Baswedan. “Inya Allah ke

Pengganti Ivan Kolev di Persija

Lima hari setelah mundurnya Ivan Kolev, kini Persija sudah kembali menunjuk pelatih kepala baru yaitu Julio Banuelos Saez, asal Spanyol. Pelatih yang dulunya bermain sebagai pemain bertahan ini merupakan lulusan akademi Real Madrid, tapi sayangnya Coach Julio tidak pernah berhasil menembus tim utama klub pemegang gelar juara liga champions terbanyak itu.Coach Julio muda malang melintang di berbagai klub medioker liga spanyol. Ia memutuskan pensiun dini diusia 31 tahun dan mulai memasuki karir kepelatihan dengan menangani berbagai tim junior dalam satu klub. Coach yang kini genap berusia 48 tahun ini juga tercatat pernah menjadi asisten Luis Milla saat menangani Tim nasional Indonesia di Asian Games 2018 yang lalu. Saat ini, Coach Julio memegang lisensi kepelatihan level 3 RFEF (Asosiasi Sepakbola Spanyol)

THANK YOU KOLEV

Setelah rentetan hasil negatif di berbagai kompetisi yang dijalani Persija pada tahun ini, akhirnya pelatih kepala Persija, Ivan Kolev resmi mengundurkan diri dari posisinya per 3 Juni 2019. Persija di bawah komando Kolev melalui 21 pertandingan pada 5 kompetisi yang berbeda, dengan rekor delapan kali menang, delapan kali kalah, dan lima kali seri, serta gagal melaju ke fase gugur AFC Cup, terjerembab di zona degradasi Liga 1, kalah di kandang dari Kalteng Putra pada perempat final Piala Presiden, dan lolos ke semifinal Piala Indonesia setelah mengalahkan Bali United. Kalau mau dikatakan buruk, ya sangat buruk kondisi Persija akhir-akhir ini. Tapi, jika ingin fair, kondisi Persija saat ini bukan sepenuhnya salah Kolev. Iya betul, sebagian besar merupakan tanggung jawab Kolev karena beliau

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019

Bung Ferry (Ketua Umum the Jakmania) bersama Andritany (Kiper Timnas & Persija Jakarta) pada selasa lalu menghadiri diskusi serta buka puasa bersama yang digagas oleh Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau. Acara yang mengangkat tema Harapan Masyarakat Sipil Terhadap Presiden Indonesia Terpilih dan PSSI digelar dalam rangka memperingati  Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019. Kegiatan ini membahas upaya perluasan gerakan pengendalian tembakau yang juga dianggap beririsan erat dengan bidang olahraga, khususnya sepakbola. Karena itu dalam acara ini, Bung Ferry dan Andritany didapuk menjadi pembicara terkait gerakan #TribunTanpaAsap yang gencar disuarakan saat Persija Jakarta bertanding. Dipertengahan acara turut diputar video testimoni dari Bung Ferry serta Andritany. Dimana keduanya secara khusus menyoroti mengenai Gerakan #TribunTanpaAsap, yaitu program inisiasi the Jakmania yang mendorong Stadion sepakbola bebas dari segala bentuk asap, salah satunya Asap Rokok. Sebagai inisiator Gerakan #TribunTanpaAsap,

PENTINGNYA AFC CUP 2019 UNTUK INDONESIA

Mimpi semua Jakmania sepertinya sama, bisa mengawal Persija di kompetisi antar klub tertinggi di Asia, AFC Champions League. Agar mimpi itu bisa terwujud, banyak usaha yang harus dilakukan, banyak pihak yang harus terlibat, dan tentu saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Usaha-usaha yang harus dilakukan demi mencapai mimpi tersebut, salah satunya adalah sebisa mungkin meraih kemenangan di setiap partai AFC Cup tahun ini. Karena setiap poin yang diraih di AFC Cup hanya bernilai sepertiga dari poin yang diraih di Champions League untuk penghitungan nilai koefisien sebuah federasi. Nilai koefisien inilah yang digunakan oleh AFC Sebagai penentu jatah tim yang akan berlaga di kompetisi Asia. Contoh:  Johor Darul Takzim meraih kemenangan di fase grup AFC Champions League, maka FAM sebagai federasi sepakbola malaysia mendapatkan 3 poin tambahan pada koefisien AFC.Persija meraih kemenangan di

Koreo Anyar Jakmania Di Ajang AFC

Selasa (26/2/2019) Persija Jakarta melakoni laga perdana Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta melawan Becamex Binh Duong. Pada pertandingan pertama Persija ditahan imbang oleh tamunya Becamex Binh Duong. Tetapi, ada hal yang sangat indah ketika pemain Persija bermain ada sosok pemain ke – 12 yaitu The Jakmania. Sekitar 28.338 The Jakmania yang hadir di SUGBK serta bernyanyi bersama 90 menit dan diawal pertandingan Supporter julukan Macan Kemayoran yaitu The Jakmania membuat koreo bentuk penyemangat untuk para pemain yang sedang bermain di lapangan. Koreo yang ditampilkan The Jakmania mempunyai arti mendalam yaitu, “saat ini persija dikaitkan dengan berbagai isu tak sedap seperti tim mafia, juara settingan, match fixing, anak papah. Dan koreo tersebut bertunjuan untuk

Ulasan Pertandingan Pesija Vs Ps. Tira Persikabo

Pertandingan perdana Persija Jakarta bermain di Indonesia yang dipimpin oleh pelatih baru Ivan Kolev sangatlah merubah karakter pola permainan Persija yang sebelumnya, dimana banyak poin dan peluang yang diciptakan namun minimnya finishing yang ditargetkan ke gawang lawan. Dengan formasi 4-3-3 Persija masih kualahan untuk menghadapi lini tengah dari Ps. Tira Persikabo. Dampak dari jadwal liga champion asia yang sangat padat berakibat kelelahan permain Persija dan tingginya tingkat emosional para pemain, terbukti dengan beberapa pemain yang terpancing oleh pihak lawan sehingga para pemain kurang fokus menjalankan instruksi pelatih dengan baik. Seperti halnya slogan kita selaku The Jakmania yaitu kami mendukung tidak main-main, maka bermainlah dengan hari dan jangan main-main. Untuk pemain asing Bruno Matos kedepannya bisa disandingkan dengan Marco Simmic yang akan lebih menggetarkan jala gawang lawan sehingga Persija dapat diperhitungkan di tingkat

KOLEV BOLEH BERHARAP, KEDALAMAN SQUAD YANG MENENTUKAN

Di level sepakbola antar klub Asia di isi oleh para jawara setiap negara. Klub kebanggaan saya Persija Jakarta akhirnya kembali mencicipi kasta teratas klub sepakbola di Asia tersebut. Mengawali petualangan di Champions League Asia melalui babak Preliminary Round 1 menghadapi Home United (Singapura), Persija mampu membalas kekalahan tahun 2018 dengan skor 3-1 walau harus bermain di kandang Home United. Memasuki Preliminary Round 2 Champions League Asia, Persija dihadapkan oleh wakil Australia, Newcastle Jets. Klub papan tengah A-League (Liga Sepakbola Australia) tersebut menjadi lawan yang tangguh menuju ke babak Fase Grup yang musim lalu pun wakil Indonesia, Bali United gagal mencapainya. Menggunakan formasi 1-4-3-3 pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev mengawali pertandingan dengan menyimpan beberapa pemain reguler seperti Novri Setiawan yang pos nya di isi oleh pemain pinjaman Beto Goncalves. Yan Nasadit pun menemani Sandi Sute sebagai gelandang