Stop Menyalahkan dan Membela Diri, Mari Pikirkan Masa Depan

Oleh: Ghazi Luthfi Bidang Hukum The Jakmania   Saya hanya bisa tertegun ketika menyaksikan persija kebobolan gol ketiga di masa injury time babak kedua dalam laga paling panas di Indonesia, Persib vs Persija pada hari minggu tanggal 23 September 2018 kemarin. Hingga beberapa saat kemudian masuk chat dalam whatsapp group saya yang mengirim rekaman video penganiayaan seseorang yang sudah bersimbah darah oleh sekelompok orang berbaju biru. Seorang teman saya dari group itu meminta konfirmasi apakah betul orang yang dianiaya dalam video itu merupakan anggota The Jakmania. Saya menunjukan rekaman video tersebut kepada Bung Ferry yang kebetulan nonton pertandingan tersebut bersama dengan saya. Bung Ferry mengatakan untuk tetap tenang dan menunggu kepastian mengenai video tersebut, beberapa menit kemudian video tersebut viral di group lain dan

Love And Pround Haringga, Bung Ferry

  Kadang cinta memang tak masuk akal. Nekad? Ya. Tapi Persija memang melumpuhkan logika. Dalam setiap musibah, bukan saatnya untuk menunjuk. Tundukkan kepala, tangan mengadah, panjatkan doa, untuk adik kita, teman kita, sahabat kita, mengiringi perjalanannya menghadap Sang Khalik. Saya paham, ada banyak amarah, dendam, sakit hati, kesedihan yang mendalam. Tapi beberapa pelaku yang sudah tertangkap adalah mereka yang juga terperangkap dalam amarah dan dendam. Apakah kita mau menyalahkan sepakbola? Tanyakan lagi pada diri kita masing-masing, apakah semua ini wujud dari cinta kita? Selamat jalan Haringga Sirila. Love and Proud Jakmania

Sepak Bola Mencabut Nyawa

Penulis : Alesandro sepakbola kembali mencabut nyawa berkali-kali. Hati manusia mana yang tidak bergetar melihat stadion berlumuran darah?, Tidak ada suporter yang bersalah. Kita semua adalah korban, dari situasi yang mereka sebut "industri sepakbola". Suporter berkaos warna apa yang terus ingin menjadi korban?. Bagi kami suporter, klub adalah harga diri. Sebaliknya, bagi klub dan federasi, suporter adalah "harga mati". Tarif masuk stadion, bisnis hak siar, sponsor, dan lainnya mampu menjelaskan berapa keuntungan yang didapat mereka. Bagaimana keuntungan itu kembali lagi ke suporter, Nyawakah?. Bagi kami suporter, sepakbola adalah tradisi. Tentang sebuah emosi kecintaan. Rasa jatuh berkali-kali yang nikmat. Ada teriakan, pujian, umpatan dan nyanyian. Cinta kita tidak buta. Kesadaran karena tanah kelahiran, tempat kita dibesarkan, atau warisan keluarga yang mesti kita teruskan. Semua

Tradisi Yang Salah Diartikan (HOAX)

  Untuk rekan-rekan semua, perlu diluruskan bahwa berita yang menyebar tentang isu aksi balasan atau sweeping plat D di Jakarta adalah hal yang TIDAK BENAR. Kegiatan di Halim adalah kegiatan menyambut pemain Persija dari Bandung yang sudah menjadi tradisi setiap selepas pertandingan persib melawan Persija di Bandung. Untuk pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan segala hormat untuk dapat menahan diri tidak melakukan penyebaran isu-isu hoax mengenai serangan balasan serta dapat sama-sama bersikap bijak dalam menanggapi kejadian yang merenggut nyawa saudara kita. Dan untuk the Jakmania, mari kita percayakan proses penyelidikan dan penyidikan atas tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa saudara kita, Haringga Sirla kepada kepolisian. Jangan melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif dan tunjukan bahwa The Jakmania adalah supporter dewasa yang taat hukum. Semoga ini

Ketua Umum Jakmania Jemput jenazah Haringga Sirila di Bandung

Minggu malam (23/9) Ketua Umum Jakmania (Bung Ferry) beserta Korwil Jakmania Cengkareng dan beberapa Pengurus Jakmania berada di Bandung, untuk mengurus proses pemulangan jenazah Alm. Haringga Sirila. Ketua umum Jakmania sendiri berangkat menuju kota kembang setelah mengetahui dan memeriksa kebenaran akan ada anggota Jakmania yang menjadi korban pada saat Persija kontra Persib berlangsung di stadion GBLA bandung. rencanaya Jenazah almarhum akan dimakamkan dikampung halamannya di Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat. Kita doakan almarhum dilapangkan jalannya. Namun proses keadilan harus terus dijalankan guna menegakkan hukum dinegara ini.  

Persija kontra Persib kembali memakan korban

Rivalitas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung kembali memakan nyawa. Haringga Sirilla menjadi korban keenam yang tewas menyusul persaingan dua klub itu sejak 2012. Pemuda berusia 23 tahun itu dikeroyok massa jelang duel Persija dan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018). Daftar Korban Jiwa Dalam Pertandingan  Persija vs Persib Rangga Cipta Nugraha, 22 tahun (bobotoh), 27-5-2012 Lazuardi, 29 tahun (bobotoh), 27-5-2012 Dani Maulana, 17 tahun (bobotoh) 27-5-2012 Gilang, 24 tahun (The Jakmania), 6-11-2016 Harun Al Rasyid Lestaluhu alias Ambon, 30 tahun (The Jakmania), 6-11-2016 Haringga Sirilla, 23 tahun (The Jakmania) Menurut keterangan kepolisian, Haringga Sirilla dikejar massa di luar GBLA tepatnya di area parkir gerbang biru. Orang-orang tersebut berteriak bahwa pemuda yang dikejar adalah pendukung Persija Jakarta.Korban yang dikejar sempat

Hasil Pertandingan Antara Persija Jakarta Melawan Persib Bandung

Hasil pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dengan skor 3-2, pada laga pekan ke-23 Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018). Pertandingan klasik sepak bola Indonesia ini sempat ditunda selama 30 menit dari jadwal yang sebelumnya, yakni pukul 15.30 WIB. Laga ini berjalan sangat terbuka dan keras di babak pertama. Persija yang bertindak sebagai tim tamu berani meladeni permainan tuan rumah. Gol yang ditunggu publik tuan rumah akhirnya tercipta pada menit ke-28 lewat tendangan N'douasel. Menerima umpan terobosan dari Febri Hariyadi, N'douasel menaklukkan kiper Andritany Ardhiyasa dengan tendangan keras setengah voli kaki kanan. Gol ini mengakhiri puasa gol N'douasel dalam enam laga terakhir. Ketika babak pertama hampir berakhir, Persija mengejutkan tuan rumah dengan mencetak gol balasan. Melalui skema

Hasil Pertandingan Persija Jakarta vs PSIS Semarang

Persija Jakarta berhasil menang tipis 1-0 atas PSIS Semarang pada laga pekan ke-22 Liga 1 di Stadion Sultan Agung, Selasa (18/9/2018). Gol kemenangan Persija dicetak Riko Simanjuntak pada menit ke-16. Kemenangan ini membuat Persija mengoleksi 36 poin seperti yang diraih Madura United. Meski unggul selisih gol, Persija masih di urutan keempat di bawah sang rival, karena kalah head-to-head. Hasil ini membuat tren positif Persija berlanjut. Klub berjulukan Macan Kemayoran ini tidak pernah kalah dalam enam laga terakhir. Sedangkan bagi PSIS, ini menjadi hasil negatif ke-11 pada musim 2018. PSIS belum beranjak dari zona degradasi. Laskar Mahesa Jenar menempati urutan ke-17 atau dua terbawah dengan koleksi 23 poin dari 22 laga. Persija yang kali ini bertindak sebagai tuan rumah langsung tampil menekan sejak

Minus Dua Pemain, Persija Sudah Dapat Menurunkan Dua Pemainnya Saat Jumpa PSIS Semarang.

Penulis : Tri Handoko Persija Jakarta terpaksa harus kehilangan dua pemain andalan mereka, Sandi Darman Sute dan Rezaldi Hehanusa. Saat menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan pekan ke-22 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang digelar di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (18/9/18). Dalam laga terakhir menghadapi Borneo FC, Sandi dan Rezaldi mendapatkan hukuman akumulasi kartu kuning. Teco menilai absennya Sandi dan Rezaldi tak akan banyak mempengaruhi permainan anak asuhnya. Teco yakin pemain pengganti bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Absennya Sandi, tidak membuat pelatih Persija, Stefano Teco merasa bingung. Pasalnya Rohit Chand telah kembali dari tugas negaranya. Seperti diketahui, Rohit absen dalam laga sebelumnya lantaran memperkuat Timnas Nepal dalam kejuaraan SAFF 2018. Rohit kembali lantaran terhentinya langkah Nepal dalam kejuaraan tersebut. Pada semifinal, Nepal harus

Hasil Persija vs Borneo FC di GoJek Liga 1 Skor Akhir 0-1

Persija Jakarta berhasil menaklukan tuan rumah Borneo FC saat tampil di depan publiknya sendiri, menjamu Persija Jakarta dalam laga lanjutan Liga 1 pekan ke-21, Rabu (12/09/18). Bermain di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, kedua tim tampil saling menyerang. Namun Persija sempat kesulitan mengembangkan permainan di awal-awal babak pertama. Baru di babak kedua Macan Kemayoran mampu keluar dari tekanan. Hasilnya, semangat pantang menyerah Ismed Sofyan cs berbuah hasil. Laga berjalan datar di 10 menit pertama pertandingan. Namun, tuan rumah mampu mencatatkan peluang gol pertama lewat sundulan Renan Silva pada menit sembilan. Sayang, upaya pemain asal Brasil itu mampu digagalkan oleh Andritany Ardhiyasa. Borneo FC yang bermain di depan ribuan suporter langsung melakukan tekanan. Namun sayang kuatnya lini pertahanan Persija Jakarta yang dikawal oleh Gunawan