Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Mesin Electronic Data Capture

Sosialisasi dan pelatihan penggunaan mesin Electronic Data Capture (EDC) pada seluruh Koordinator Wilayah dan Perwakilan Biro Resmi the Jakmania oleh mitra resmi the the Jakmania di Tebet, sabtu (21/11) Pelatihan ini dimaksudkan agar seluruh Koordinator Wilayah dan Biro Resmi the Jakmania mampu menggunakan mesin EDC sebagai media transaksional dalam pengembangan organisasi berbasis teknologi. Di era sekarang ini, kita harus selalu siap beradaptasi dengan keadaan agar segala sesuatunya jauh lebih dapat berkembang dengan baik. Seiring dengan berkembangnya zaman, kemudahan dalam transaksi layanan bank juga semakin canggih. Salah satu kemudahan tersebut adalah munculnya mesin EDC (Electronic Data Capture) yang memudahkan Anda untuk melakukan transaksi. Mesin EDC tidak hanya berfungsi sebagai alat gesek tunai, tetapi juga dapat menggunakan mesin EDC untuk transaksi pembayaran belanja,

Ketua VIJ yang juga Ketua Mahkamah Agung Pertama

Menyambut Hari Ulang Tahun Persija Jakarta ke-92, Pengurus Pusat the Jakmania akan memberikan info-info mengenai sejarah Klub Kebanggaan kita loh! Penasaran? Nyok simak postingan kita yang ke lima. Kita semua sudah tahu kalau Pahlawan Nasional MH Thamrin adalah salah satu tokoh yang sangat dekat dengan Persija Jakarta. Namun, ada satu lagi Pahlawan Nasional yang memiliki kontribusi yang besar untuk Persija, yakni Dr. Kusumah Atmadja.Pahlawan yang lahir di Purwakarta ini merupakan Ketua VIJ yang kedua. Bersama MH Thamrin, Kusumah Atmadja bahu-membahu membangun Persija Jakarta di awal pendiriannya. Setelah merdeka, Beliau diangkat sebagai Ketua Mahkamah Agung RI yang pertama. Dr. Kusumah Atmadja dikukuhkan sebahai Pahlawan Nasional pada tahun 1965

Dari VBB sampai Persija

Menyambut Hari Ulang Tahun Persija Jakarta ke-92, Pengurus Pusat the Jakmania akan memberikan info-info mengenai sejarah Klub Kebanggaan kita loh! Penasaran? Nyok simak postingan kita yang ke empat Hampir berusia satu abad, banyak cerita dialami Persija Jakarta termasuk nama dan penyebutannya. Persija didirikan dengan nama Voetball Boemi Putra, namun pada Juni 1929, VBB ingin nama bond sepakbola di Jakarta ini memiliki unsur Indonesia-nya. Muncul lah nama Voetbalbond Indonesia Jacatra.Setelah Belanda pergi, akhirnya klub kita mengubah namanya menjadi PERSIDJA atau Persatuan Sepak Raga Indonesia Djakarta. Hal unik sesaat setelah kemerdekaan Indonesia adalah Persija sempat memakai nama PORI Cabang Djakarta namun tidak lama. Akhirnya, pada tahun 1950 bond yang didirikan Soeri dan Alie ini

Gara-gara si Jago Merah, lahirlah Persija

Menyambut Hari Ulang Tahun Persija Jakarta ke-92, Pengurus Pusat the Jakmania akan memberikan info-info mengenai sejarah Klub Kebanggaan kita loh! Penasaran? Nyok simak postingan kita yang ke tiga. Kebakaran di Gang Bunder, Pasar Baru pada 1928 menggerakkan sekelompok pemuda pribumi untuk membuat aksi sosial melalui permainan sepakbola. Sayangnya, saat itu diskriminasi masih marak dilakukan penjajah Belanda. Akhirnya, kelompok pemuda pribumi tersebut membentuk sebuah bond sepakbola yang tidak sekedar hanya untuk bermain bola, tetapi juga alat perjuangan menuju kemerdekaan.Pada November 1928, dipelopori pemuda pribumi, lahirlah Voetball Boemi Poetra yang pada akhirnya menjadi Persija yang kita kenal saat ini.

1938, Gelar Keempat dan Menjadi yang Pertama Terekam Media

Menyambut Hari Ulang Tahun Persija Jakarta ke-92, Pengurus Pusat the Jakmania akan memberikan info-info mengenai sejarah Klub Kebanggaan kita loh! Penasaran? Nyok simak postingan kita yang ke dua. 1938, Gelar Keempat Persija Jakarta yang Masih Terekam MediaPersija Jakarta sebagaimana yang kita ketahui memang sudah menjadi juara sejak tahun 1931. Namun, yang terekam oleh media ditemukan pada tahun 1938. Saat itu, Persija Jakarta yang masih menggunakan nama VIJ berhasil mengalahkan Persis dengan skor 3-1. Pertandingan dimainkan di Stadion Sriwedari Solo.

Kawasan Weltevreden yang Dekat dengan Persija Jakarta

Menyambut Hari Ulang Tahun Persija Jakarta ke-92, Pengurus Pusat the Jakmania akan memberikan info-info mengenai sejarah Klub Kebanggaan kita loh! Penasaran? Nyok simak postingan kita yang pertama.Tahukah kamu bahwa Persija Jakarta itu sangat identik dengan yang namanya Kawasan Weltevreden?Kawasan Weltevreden yang sedari dulu merupakan kawasan Pusat Jakarta memang sangat lekat dengan tim kebanggaan kita Persija Jakarta. Baik kawasan Koningsplein (saat ini kawasan Monas) maupun Waterlooplein (saat ini Lapangan Banteng). Kedua lapangan ini adalah lapangan tempat dimana para pemain Persija Jakarta mengolah si kulit bundar.Koningsplein yang setelah kemerdekaan dikenal dengan Lapangan Ikada pernah menjadi kandang Persija, bahkan Persija sempat berkantor di stadion yang dirubuhkan untuk pembangunan Monas tersebut. Sedangkan,

Tinjauan Stadion JIS

Pengurus Pusat the Jakmania mendampingi Gubernur DKI Jakarta @aniesbaswedan bersama jajaran manajemen Persija Jakarta saat meninjau perkembangan proyek stadion Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu pagi (14/11). Direktur Persija Ferry Paulus menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur yang menyempatkan waktu bertatap muka dengan manajemen Persija dan Jakmania. “Sangat luar biasa kegiatan ini. Manajemen Persija mengapresiasi dimana Gubernur menyiapkan waktu untuk bisa bersilaturahmi bersama kita,” kata Ferry Paulus seperti dikutip dari laman resmi klub. “Jujur saja saya melihat stadion JIS sangat merinding. Jika nantinya sudah rampung, tentunya akan membawa angin segar bagi Persija dan Jakmania. Dengan stadion yang baru, kita akan membawa piala yang baru,” sambungnya. Sementara itu ketua umum Jakmania, Diky Soemarno sangat antusias dengan kegiatan ini. Nantinya