the Jakmania Series: Semua karena Persija

Cerita ini ditulis oleh Ahmad Hamzah Fansyuri, anggota The Jakmania Condet, berdasarkan kisah perempuan suporter yang menolak namanya disebutkan. Perempuan suporter bukan lagi hal langka dalam sepak bola Indonesia. Tidak heran the Jakmania juga punya anggota perempuan suporter Persija. Ini adalah kisah perempuan suporter the Jakmania. Namun, perempuan ini menolak untuk mengungkap nama atau identitas lainnya. Sebagai putri mantan pemain sepak bola klub Indonesia Muda, menjadi wajar jika saya mengenal dunia sepak bola. Saya dan ayah tak pernah melewatkan pertandingan Persija Jakarta yang ditayangkan langsung di televisi. Setelah pertandingan, ayah melarang saya pergi ke stadion usai melihat aksi anarkistis suporter melalui televisi. Keesokan hari di sekolah, teman-teman saya membahas pertandingan Persija, termasuk soal kericuhan. Namun, satu di antara kami mengatakan bahwa keributan termaksud tidak seburuk kelihatannya. "Lu bakal guw ajak nonton langsung di sana

the Jakmania Series: Pelajaran yang Tidak Ada di Sekolah

Penulis adalah Muhammad Rifqy Thufeil (EKHY), pengurus Jakmania Wilayah Condet. Sebagai suporter Persija Jakarta, The Jakmania, saya menjadi anggota koordinator wilayah (korwil) Condet Cililitan (Jakarta Timur) sejak Oktober 2008. Kepastian menjadi anggota The Jakmania Korwil Condet terjadi satu bulan setelah ayah memberi tahu ada outlet pendukung Persija dekat rumah. Jaraknya hanya sekitar 1 km. Ketika itu saya masih anak SMP. Mendapat pencerahan dari seorang pengurus Korwil Condet, Bang Doni, saya mengetahui bagaimana cara menjadi anggota. Saya mendaftar sebagai anggota pada Oktober 2008 dengan biaya pendaftaran yang dikumpulkan dari uang jajan sekolah. Seminggu kemudian, saya mendapat kartu anggota dan t-shirt dengan semboyan di bagian belakang; "Gue Anak Jakarta". Resmi menjadi anggota the Jakmania, saya memberi tahu orang tua. Pesan mereka kepada saya, jangan berkelahi dan melakukan hal-hal aneh setelah menjadi anggota The Jakmania. Setelah menjadi anggota, saya