Jadi Satu Bintang “Nuralim”

Nuralim "Jabrik", anak Betawi asli yang karir professionalnya dimulai di Persipasi Bekasi.Jabrik datang ke Persija bukan sebagai pemain biasa, tapi sebagai juara Indonesia bersama Bandung Raya.Datang dengan status juara Indonesia tidak langsung memberikan efek instan untuk Persija.Gelar juara yang diidamkan publik Jakarta baru berhasil diraih 5 tahun kemudian.Salah satu hal unik dari Nuralim adalah kedekatannya dengan the Jakmania saat itu. Sampai-sampai Nuralim dibuatkan chants tersendiri oleh Jakmania.

Jadi Satu Bintang “Washiyatul Akmal”

Washiyatul Akmal memperkuat Persija sejak musim 2000 sampai 2002. Perjalanan jebolan Persikota ini untuk menjadi pemain Persija terbilang cukup panjang.Lepas dari Persikota, Washiyatul masuk tim PON Jakarta terlebih dulu, setelah PON dia ikut seleksi Persija untuk musim 2000. Saat itu dia bersaing dengan pemain2 senior yang namanya sudah malang melintang di sepakbola Indonesia.Karena kualitasnya yang bagus di usianya yang masih muda, akhirnya coach Ivan Kolev memilihnya untuk masuk sebagai bagian dari skuat Persija musim 2000.Masuk ke Persija sebagai anak muda berusia 21 tahun, dia menjadi pelapis dari Budiman dan Anang Ma'ruf di posisi wing back pada formasi 3-5-2.Pemain asli betawi ini berhasil mempersembahkan gelar juara liga Indonesia untuk Persija pada musim 2001. Saat ini, Washiyatul menjadi Pelatih Tim Persija U-20

Jadi Satu Bintang “Ardi Warsidi”

Ardi Warsidi, seorang lulusan Diklat Ragunan, baru berusia 22 tahun saat juara bersama Persija di tahun 2001.Tergabung menjadi skuad Persija di tahun 2000, namanya mencuat menjadi bek tengah tangguh yang juga jadi andalanTim Nasional Indonesia.Di tahun 2001 ia bersaing dengan nama nama mentereng seperti Nuralim, Toyo, dan Joko Kuspito, menjadi bek termuda yang dimiliki Macan Kemayoran kala itu.