“Cukup Gw Aja Yang Baku Hantam” – the Jakmania Kab. Bogor

The Jakmania Kabupaten Bogor, siapa yang tidak tahu wilayah yang satu ini. Berawal dari keisengan melihat teman nonton bola. Niat awalnya adalah bisa ke Jakarta, melihat gedung-gedung tinggi perkantoran yang juga biasanya menjadi daya tarik para urban. Namun siapa sangka Bang Cupay yang juga menjadi korwil saat ini justru menemukan jati dirinya sebagai supporter. Seiring dengan berjalannya waktu, melalui pemberitaan mulut ke mulut akhirnya tergabunglah beberapa orang pencinta Persija dari wilayah Bogor untuk sama-sama menonton Persija ke Jakarta. Bogor sudah Persija dari dahulu, mungkin ini adalah gambaran yang bisa dideskripsikan saat itu. Pada tahun 2008 the Jakmania Kab. Bogor memutuskan berdiri dan bergabung menjadi sub-korwil Depok. 2010 the Jakmania Kab. Bogor mengalami transisi dan berpindah sub-korwil ke Pondok Labu. Berjalannya waktu, semakin bertumbuhnya

Jakmania Indramayu

Indramayu salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Indramayu berasal dari kecantikan putri Raden Arya Wiralodra bernama Nyi Endang Darma Ayu, yaitu salah satu pendiri Indramayu abad 1527 M. Indramayu dengan segala kekayaan alam dan sejarahnya meninggalkan jejak juga untuk Jakmania. Arvin, ketua the Jakmania wilayah Indramayu berbagi cerita perjalanan Indramayu hingga bisa sampai saat ini. Januari 2010, berawal dari anak-anak muda yang memiliki kecintaan yang sama terhadap Persija Jakarta, maka terbentuklah Indramayu sebagai komunitas. Tak perlu menunggu lama, 2 tahun berselang Indramayu memantapkan diri mereka untuk bergabung secara resmi di keluarga besar the Jakmania dengan menjadi sub-korwil dari koordinator wilayah Jatinegara Kaum. Seiring dengan berjalannya waktu, the Jakmania Indramayu kian besar dan bertambah besar sehingga mereka memutuskan

Jakmania Ngawi sebagai Biro pertama di Jawa Timur.

Menjadi Biro ke-2 sekaligus menjadi Biro pertama diwilayah Jawa Timur, membuat Ngawi terus bekerja keras untuk mempertahankan eksistensi dan nama besar Jakmania.  Kholis, ketua Biro Ngawi bercerita tentang bagaimana perjalanan mereka bisa sampai saat ini. Berawal dari 6 orang pelajar ditahun 2010 dengan satu cinta yang sama menjadikan Ngawi lebih besar lagi. Tepatnya ditahun 2014 mereka mengadakan kopdar perdana semua pencinta Persija yang ada di Ngawi dan sepakat untuk mendirikan Ngawi sebagai komunitas pencita Persija.  eiring dengan berjalannya waktu, pasang surut yang mereka alami, ditahun 2019 dengan visi dan misi yang sama the Jakmania Ngawi memberanikan untuk mengajukan diri sebagai subkorwil. Atas berbagai pertimbangan, merujuk pada AD/ART, dan perkembangan the Jakmania Ngawi yang begitu pesat, saat itu Bung Ferry sebagai Ketua memberikan

the Jakmania Tegal, Menjadi Korwil Pertama di Jawa Tengah

Siapa yang tidak tahu Tegal, wilayah yang dijuluki dengan Kota Poci ini ternyata menyimpan sebuah kisah perkembangan the Jakmania. Wilayah Tegal menjadi wilayah pertama didirikannya Korwil the Jakmania di Jawa Tengah. Pada 7 Januari 2012 the Jakmania Tegal resmi berdiri sebagai sub-korwil dari wilayah Kranji. Tidak butuh waktu yang lama berselang 4 tahun tepatnya di 2016, the Jakmania Tegal resmi berdiri menjadi korwil pertama di Jawa Tengah. Hazbi selaku wakil ketua the Jakmania Tegal membagi cerita perjalanan teman-teman di Tegal pada live yang dilangsungkan Sabtu, 11 September 2021 di Instagram Infokom Jakmania. Ia mengatakan dinamika dan pasang surut organisasi tentu dirasakan juga oleh the Jakmania Tegal, namun kekompakan adalah kunci dimana the Jakmania Tegal bisa berdiri sampai saat ini. Hampir 10 tahun

Biro Banjarnegara, Resmi di Era Pandemi

Biro Banjarnegara saat ini (4 September 2021) menjadi Biro terakhir di organisasi the Jakmania. Masa pandemi tidak mengendorkan semangat Banjarnegara mewujudkan impiannya untuk menjadi keluarga besar organisasi the Jakmania. Melihat kebelakang, bagaimana perjuangan para pendiri untuk mendirikan nama the Jakmania di wilayah ini. Berawal dari 4 orang pemuda bernama Dani, Teguh, Gunawan, dan Dodo. Dengan semangat dan visi yang sama maka terbentuklah the Jakmania Banjarnegara sebagai komunitas pada 27 Juni 2010. Sama seperti hal yang dialami oleh Biro lainnya, berbagai cara mereka lakukan semata untuk mengumpulkan para Persija lovers yang berada di Banjarnegara. Mengandalkan sosial media, membagikan kuesioner ke sekolah-sekolah, serta menempelkan informasi di warnet-warnet semua dijalankan demi satu tujuan mengorenkan Banjarnegara. Tak sampai disitu, demi memperluas jaringan the Jakmania, mereka juga

the Jakmania Brebes, Revisi 5 Kali Perihal Tanda Baca dan Huruf Kapital.

Jelajah Jakmania (JeJak) kembali hadir menemani minggu malam teman-teman the Jakmania. Pada episode kali ini waktunya Biro Brebes menceritakan kisah awal mula mereka berdiri sampai pada diresmikannya menjadi Biro ke-7. Perjalanan the Jakmania Brebes dimulai pada tahun 2010. Nama tim Persija memang sudah tidak asing lagi di Brebes, namun apa itu Jakmania? Ya, nama Jakmania masih menjadi sebuah hal yang abu-abu. Seiring berjalannya waktu dengan mengandalkan kekuatan sosial media, Aji Ismanto yang akrab disapa dengan Bang Aji ini berkenalan dan bertemu dengan beberapa orang sesama pencinta Persija. Dengan visi yang sama, pada tahun 2012 the Jakmania Brebes memutuskan untuk bergabung dengan organisasi the Jakmania sebagai sub-korwil Kranji. Kenyataan yang kurang menyenangkan harus dialami the Jakmania Brebes. Jatuh bangun dalam mempertahankan nama Brebes dan

The Jakmania Solo, “Setelah Vakum, Melaju Jadi Biro”.

Siapa tak tahu Kota Solo? Wilayah yang cukup dekat dan bersahabat dengan Persija Jakarta. Tak sampai di Persija saja, Kota Solo kini pun dekat dan bersahabat dengan the Jakmania. Berawal dari beberapa mahasiswa Jakarta yang berkuliah di Solo, akhirnya Biro Jakmania Solo pun terbentuk.  Pada dasarnya mereka adalah the Jakmania, sehingga dimana pun mereka berada identitas dan kebanggan sebagai the Jakmania terus ditonjolkan. 11 Maret 2008 berdirilah the Jakmania Solo sebagai komunitas pertama kali. Pemilihan tanggal 11 Maret rupanya bukan sembarangan karena mereka berkuliah di UNS (Universitas Sebelas Maret) sehingga mereka memilih tanggal tersebut. Seiring dengan jalannya waktu, the Jakmania Solo juga mengalami pasang surut sehingga mereka sempat vakum lebih kurang 1 tahun. Namun tidak berlanjut lama, atas dasar kecintaan dan rasa bangga

Jakmania Kebumen, Berdiri Sebagai Suporter Lokal Pertama di Kebumen.

Jakmania Kebumen tak hanya membawa cerita dan sejarah bagi Jakmania, namun juga untuk pertumbuhan supporter di daerah Kebumen. Berawal dari 3 pendiri yaitu Idez, Nopa, dan Imam pada tahun 2010. Berawal dari kecintaan terhadap klub Ibu Kota, Persija Jakarta membawa 3 anak muda asal Kebumen ini sepakat dan tanpa ragu untuk menunjukan identitas mereka sebagai Persija lovers. Dalam live pada 8 Agustus 2021 segment Jejak (Jelajah Jakmania) bersama Jakmania Kebumen, Idez mengatakan bahwa Jak Kebumen adalah pelopor dan satu-satunya komunitas supporter lokal saat itu. Dengan menggaet anak-anak muda sekolahan di Kebumen membuat pertumbuhan Jakmania Kebumen begitu pesat. Menyadari pertumbuhan secara kuantiti membuat Jakmania Kebumen memiliki harapan untuk dapat berdiri sebagai Biro resmi Jakmania. Dengan menjadinya Biro mereka berharap dapat menjalani roda organisasi lebih

Purwokerto Sebagai Biro Pertama Jakmania

Satu lagi kisah dari Biro the Jakmania dari daerah yang sangat jauh dari Jakarta, dimana Biro ini merupakan yang pertama bagi pengurusan pusat the Jakmania, menjadi Biro pertama Jakmania bukanlah hal yang mudah bagi rekan-rekan di Purwokerto, dimana Mereka harus berjuang, menunggu, dan pada akhirnya dapat menikmati proses selama 11 tahun. Berawal di tahun 2008 Jak Purwokerto berdiri melalui mahasiswa Jakarta yang saat itu mengenyam pendidikan di Purwokerto. Seiring dengan jalannya waktu dan pertumbuhan Jakmania disana, pada tahun 2015 mereka bergabung dengan Korwil Kelapa Gading dan menjadi sub-Korwil selama 4 tahun. Pada 14 Juli 2019 Jakmania Purwokerto memiliki tujuan yang lebih lagi dalam menyebarkan virus oren dan mendidikan pondasi organisasi yang lebih baik, dengan tekat tersebut Jakmania Purwokerto mengajukan diri untuk menjadi

“Biro Lampung, dari Sumatera untuk Persija”

Biro Lampung dengan sejuta cerita dan kisah dibaliknya. Berawal dari 4 mahasiswi yang berkuliah di daerah Metro dan mendirikan Jak Metro di tahun 2010.Seiring dengan berjalannya waktu komunitas ini mulai bertransformasi dengan harapan yang lebih luas lagi hingga akhirnya berubah menjadi Jakmania di Lampung. Tepatnya pada tahun 2014 Jak Metro berganti nama menjad Jak Lampung, dimana harapan dari perubahan nama tersebut agar Jakmania dapat mencangkup wilayah Lampung secara keseluruhan.Berkembangnya komunitas dapat dilihat dari bertambahnya anggota Jakmania yang aktif berKTA di korwil-korwil yang tersebar di Jakarta. Melihat perkembangan yang pesat, Bang Rizky atau yang sering disapa Bang Aan memiliki harapan adanya wadah yang dapat menyatukan seluruh Jakmania yang tersebar di wilayah Lampung. Dengan beberapa masukan dari Bung Ferry selaku ketua Jakmania saat itu,