Post Match Analysist: Barito Putra vs Persija Jakarta

Keberanian merotasi pemain Di pertandingan ini Persija berani melakukan rotasi sejak awal. Marko Simic dan Osvaldo Haay dicadangkan. Artinya mulai ada kepercayaan kepada skuad secara keseluruhan. Ditambah lagi, pemain cadangan yang masuk di babak kedua seperti Osvaldo dan Irfan Jauhari mampu berkontribusi membuat gol. Ini memperlihatkan sebenarnya Persija punya kedalaman skuad yang lumayan di lini depan. Serangan kerap buntu ketika Konate-Abimanyu bantu di bawah Konate Makan dan Syahrian Abimanyu kembali menjadi motor serangan Persija. Abimanyu menjadi pemain dengan jumlah operan terbanyak di laga ini dengan 52 operan sukses. Meski begitu, Persija masih kesulitan melakukan serangan apabila sudah masuk area lawan.     Kebanyakan support terhadap Konate dan Abi dilakukan di depan blok lawan. Minim ada pergerakan di ruangan antar lini lawan maupun ke belakang lini.

Post Match Analysist: Persija Jakarta vs Persik Kediri

Analisa Taktik Formasi Bertahan : 4-1-4-1 Menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-26 BRI Liga 1 2021/2022 Persija masih menggunakan formasi yang sama seperti pertandingan menghadapi Persebaya. Pada posisi sentral pertahanan  Persija Jakarta memilih duet Maman Abdurahman dengan Rohit Chand, didukung Rio Fahmi dan Novri Setiawan yang diharapkan mampu tampil seimbang mengawal sisi kanan dan kiri Persija Jakarta saat menyerang dan bertahan. Posisi nomor 6 masih ditempati Ichsan Kurniawan yang bertugas menjadi benteng terakhir di lini tengah sebelum lawan memasuki barisan pertahanan Persija Jakarta. Bergeser sedikit kedepan ada Riko Simanjuntak, Makan Konate, Syahrian Abimanyu dan Osvaldo Haay yang bermain lebih rapat ketika bertahan untuk menjaga kedalaman lini tengah Persija. Tersisa Marko Simic di depan yang memang tampil sebagai striker yang tidak terlalu fokus dalam bertahan. Formasi

Post Match Analysist: Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta

LAGI-LAGI ANDRITANY Sejak kembali ke kasta tertinggi pada 2018, Persija belum pernah bisa mengalahkan Persebaya. Rekor tersebut bertambah panjang berkat hasil remis yang didapat kedua tim semalam. Sempat dibuat berharap oleh Marko Simic dengan gol cepatnya pada menit kedua, tapi keadaan malah dibalikkan hingga Persebaya bisa unggul 3-1 sampai menit 82. Dua gol Makan Konate menjelang akhir laga, menyelamatkan satu poin berharga untuk anak-anak Jakarta. Selain Makan Konate dan Marko Simic, kita juga harus berterima kasih kepada kapten Andritany. Aksi-aksi heroiknya dalam menyelamatkan gawang juga tak kalah penting dari gol-gol yang dicetak para penyerang. Tercatat, tim lawan berhasil melepaskan enam belas tembakan tepat sasaran, hanya tiga yang bisa menjadi gol. Itu pun satu lewat penalti yang arahnya sudah tertebak olehnya. Tiga belas penyelamatan

Rembug Bersama Persija Jakarta dan the Jakmania

Hari, tanggal        : selasa, 16 November 2021 Tempat                 : Hall B GOR Soemantri Brodjonegoro Judul Pertemuan  : Rembug Bareng Bersama Persija Jakarta dan Jakmania Pertemuan antara klub dan supporter ini dilatarbelakangi oleh hasil yang diperjuangkan oleh klub Persija Jakarta dinilai kurang maksimal oleh the Jakmania, maka sebelum pertemuan di tanggal 16 ini PP Jakmania sudah mengirimkan surat ke Management Persija untuk mengadakan pertemuan terbuka antar keduanya, dan atas dasar rasa cinta yang begitu besar akhirnya pertemuan tersebut berlangsung pada tanggal 16 November 2021. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi bersama agar Persija dapat hasil yang lebih baik lagi, tak hanya itu pada momen ini juga berlangsung sesi tanya jawab. Dimana hal ini dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan rekan-rekan Jakmania untuk memastikan klub bola Persija mempunyai target yang jelas kedepannya. Acara

MEMELIHARA ASA

Ditulis Oleh : Bung Ferry IndrasjariefPendiri dan Mantan Ketum the Jakmania Tahun 2020 tadinya gue berpikir akan jadi tahunnya Persija. Dengan materi pemain yang ‘wah’ dan Tim Pelatih yang menjanjikan, rasanya Persija akan mampu meraih posisi puncak lagi. Memakai tagline BELIEVE IN 12, Persija terlihat begitu bersemangat dan serius untuk meraih gelar ke 12 bersama dengan pemain ke 12, the Jakmania. Launching Tim pun digelar dengan apik, dan jersey yang dikenakan sangat elok dan mempunyai filosofi yang mencerminkan Jakarta. Pas banget, tahun 2020 dipimpin oleh Sang Manajer Bambang Pamungkas yang pernah menggunakan nomor punggung 20. You can’t always get what you want. Kita tidak akan selalu mendapatkan apa yang kita mau. Baru berjalan 3 pertandingan, pandemi Virus Corona melanda. Kompetisi dihentikan sementara. Semua

PERINGATAN TERBUKA

Menanggapi unggahan dari akun instagram @artindonesia.id (“Art Indonesia”) pada tanggal 6 Desember 2020 (“Unggahan”)Melalui surat terbuka ini, kami, Pengurus Pusat the Jakmania, mengecam penggunaan nama the Jakmania secara tanpa hak yang dilakukan oleh Art Indonesia dalam Unggahan tersebut.Oleh karenanya, sebagai tindak lanjut dari Unggahan tersebut, Pengurus Pusat the Jakmania akan mengambil dan menggunakan hak-hak yang tersedia oleh hukum demi melindungi kepentingan dan nama baik organisasi.Pengurus Pusat the Jakmania juga menghimbau kepada seluruh anggota the Jakmania untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu sehubungan dengan kasus ini.Jakarta, 7 Desember 2020Ketua Umum the JakmaniaDiky Soemarno

Penggunaan Bintang Di Logo Klub Sepakbola

penulis : Litbang Jakmania Persija memiliki 1 bintang di atas logonya, sementara Persib memiliki 2. Bayern Munchen memiliki 4 bintang di atas logonya, sementara Juventus memiliki 3 bintang. Maksudnya apa, sih, penggunaan bintang di atas logo klub itu? Sederhananya, bintang di atas logo tim sepakbola itu melambangkan jumlah gelar juara yang pernah diraih. Bisa itu gelar liga, gelar kejuaraan continental, atau bahkan gelar juara piala domestik. Entitas sepakbola pertama yang memakai bintang untuk melambangkan jumlah gelar juaranya adalah Juventus pada tahun 1958, setelah memenangkan gelar Serie A mereka yang ke sepuluh. Setelah itu, hal yang dilakukan Juventus ini diadopsi oleh federasi sepakbola Italia untuk dijadikan peraturan resmi. Jadi, makin banyak bintangnya berarti makin banyak juga gelar juaranya? Belum tentu juga, sih. Tiap-tiap negara memiliki peraturan yang berbeda mengenai penggunaan bintang di atas logo tim dan juga penggunaan bintang di atas logo

Mengenal Sistem Kompetisi Sepakbola Di Negara-Negara Asia Tenggara

penulis : Litbang Jakmania Saat ini kita mengenal sistem kompetisi sepakbola Indonesia terbagi ke dalam 3 kasta, yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Sistem dengan format seperti ini dijalankan sejak musim 2017 saat PSSI diketuai Edy Rahmayadi. Liga 1 berisi 18 tim, liga 2 berisi 24 tim yang dibagi ke 2 grup, lalu ada liga 3 yang jumlah pesertanya sangat banyak, dan dapat berubah setiap musimnya. Tapi tahu kah kalian kalau ternyata format kompetisi sepakbola di setiap negara itu bermacam-macam? Negara tetangga paling dekat dari kita, Malaysia, memiliki sistem kompetisi sampai 4 level ke bawah. Level 1 dinamakan Malaysia Super League yang berisi 12 tim, level 2 dinamakan Malaysia Premier League yang berisi 12 tim, level 3 bernama M3 League yang berisi 14 tim, dan terakhir level 4 bernama M4 League

the Jakmania Series: Semua karena Persija

Cerita ini ditulis oleh Ahmad Hamzah Fansyuri, anggota The Jakmania Condet, berdasarkan kisah perempuan suporter yang menolak namanya disebutkan. Perempuan suporter bukan lagi hal langka dalam sepak bola Indonesia. Tidak heran the Jakmania juga punya anggota perempuan suporter Persija. Ini adalah kisah perempuan suporter the Jakmania. Namun, perempuan ini menolak untuk mengungkap nama atau identitas lainnya. Sebagai putri mantan pemain sepak bola klub Indonesia Muda, menjadi wajar jika saya mengenal dunia sepak bola. Saya dan ayah tak pernah melewatkan pertandingan Persija Jakarta yang ditayangkan langsung di televisi. Setelah pertandingan, ayah melarang saya pergi ke stadion usai melihat aksi anarkistis suporter melalui televisi. Keesokan hari di sekolah, teman-teman saya membahas pertandingan Persija, termasuk soal kericuhan. Namun, satu di antara kami mengatakan bahwa keributan termaksud tidak seburuk kelihatannya. "Lu bakal guw ajak nonton langsung di sana

the Jakmania Series: Pelajaran yang Tidak Ada di Sekolah

Penulis adalah Muhammad Rifqy Thufeil (EKHY), pengurus Jakmania Wilayah Condet. Sebagai suporter Persija Jakarta, The Jakmania, saya menjadi anggota koordinator wilayah (korwil) Condet Cililitan (Jakarta Timur) sejak Oktober 2008. Kepastian menjadi anggota The Jakmania Korwil Condet terjadi satu bulan setelah ayah memberi tahu ada outlet pendukung Persija dekat rumah. Jaraknya hanya sekitar 1 km. Ketika itu saya masih anak SMP. Mendapat pencerahan dari seorang pengurus Korwil Condet, Bang Doni, saya mengetahui bagaimana cara menjadi anggota. Saya mendaftar sebagai anggota pada Oktober 2008 dengan biaya pendaftaran yang dikumpulkan dari uang jajan sekolah. Seminggu kemudian, saya mendapat kartu anggota dan t-shirt dengan semboyan di bagian belakang; "Gue Anak Jakarta". Resmi menjadi anggota the Jakmania, saya memberi tahu orang tua. Pesan mereka kepada saya, jangan berkelahi dan melakukan hal-hal aneh setelah menjadi anggota The Jakmania. Setelah menjadi anggota, saya