Jadi Satu Bintang “Nuralim”

Nuralim "Jabrik", anak Betawi asli yang karir professionalnya dimulai di Persipasi Bekasi.Jabrik datang ke Persija bukan sebagai pemain biasa, tapi sebagai juara Indonesia bersama Bandung Raya.Datang dengan status juara Indonesia tidak langsung memberikan efek instan untuk Persija.Gelar juara yang diidamkan publik Jakarta baru berhasil diraih 5 tahun kemudian.Salah satu hal unik dari Nuralim adalah kedekatannya dengan the Jakmania saat itu. Sampai-sampai Nuralim dibuatkan chants tersendiri oleh Jakmania.

Jersey Pramusim Terbaru Persija 2021

Menjelang pertandingan pertama Piala Menpora 2021, aparel resmi Persija Jakarta, Juara merilis empat model jersey pra musim Persija Jakarta yakni jersey kandang, tandang, dan penjaga gawang.Mengusung konsep J-Town yang penamaannya diambil dari julukan Kota Jakarta di dunia internasional, J-Town sendiri diartikan sebagai Jersey Time to Win yang menandakan bahwa Persija Jakarta selalu menginginkan gelar juara di setiap kompetisi yang diikutinya. Jersey dengan motif khusus dengan tulisan-tulisan penyemangat ini mewakili seluruh suara the Jakmania yang hanya dapat mendukung Persija Jakarta di rumah saja.Harapannya dengan menggunakan jersey terbaru ini, Pemain Persija dapat merasakan energi seluruh suporternya yang tertuang dalam desain jersey teranyar tersebut. Kerah dengan model v-neck juga memiliki filosofi victory sebagai penegasan hasrat Persija untuk selalu berjaya dimanapun dan kapanpun.Jersey pramusim

Jadi Satu Bintang “Aris Indarto”

Aris Indarto adalah anggota skuat juara 2001 jebolan Diklat Ragunan. Mengawali karir professionalnya bersama PSB Bogor pada usia 18 tahun.Seiring performanya yang semakin baik, pemain yang sempat bermain bersama PSSI Baretti diboyong Persija di usia 22 tahun. Selama di Persija, Aris berhasil mempersembahkan gelar Juara Liga Tahun 2001, Brunei Invitational Cup Tahun 2000 dan 2001, Piala Bang Yos 2003.Aris Indarto juga pernah menjabat sebagai kapten Persija sejak tahun 2003 sampai tahun 2005.Di musim 2005, Aris hampir saja berhasil mempersembahkan 2 gelar bergengsi untuk Persija, tapi kandas di 2 final. Masing-masing dari Persipura dan Arema.

Jadi Satu Bintang “Washiyatul Akmal”

Washiyatul Akmal memperkuat Persija sejak musim 2000 sampai 2002. Perjalanan jebolan Persikota ini untuk menjadi pemain Persija terbilang cukup panjang.Lepas dari Persikota, Washiyatul masuk tim PON Jakarta terlebih dulu, setelah PON dia ikut seleksi Persija untuk musim 2000. Saat itu dia bersaing dengan pemain2 senior yang namanya sudah malang melintang di sepakbola Indonesia.Karena kualitasnya yang bagus di usianya yang masih muda, akhirnya coach Ivan Kolev memilihnya untuk masuk sebagai bagian dari skuat Persija musim 2000.Masuk ke Persija sebagai anak muda berusia 21 tahun, dia menjadi pelapis dari Budiman dan Anang Ma'ruf di posisi wing back pada formasi 3-5-2.Pemain asli betawi ini berhasil mempersembahkan gelar juara liga Indonesia untuk Persija pada musim 2001. Saat ini, Washiyatul menjadi Pelatih Tim Persija U-20

Jadi Satu Bintang “Joko Kuspito”

Joko Kuspito, arek Malang yang dari 20 tahun karir sepakbolanya tidak pernah memperkuat klub asal Malang. Sebagian besar karirnya dia habiskan bersama Persija Jakarta. Terhitung sejak tahun 1997 sampai tahun 2003, pemain jebolan Persema junior ini memperkuat Persija.Selama kurang lebih 7 tahun di Persija, Joko Kuspito memenangkan beberapa gelar bersama Persija. Di antaranya sudah pasti juara Ligina 2001, lalu Brunei Invitational Cup tahun 2000 dan 2001, dan yang terakhir Piala Bang Yos tahun 2003.

Jadi Bintang Satu ” Khair Rifo”

Khair Rifo, mengawali karier profesional di PSMS Medan. Khair Rifo juga pernah membela beberapa klub besar Tanah Air, diantaranya Semen Padang, PSM Makassar, Persib, dan PSIS Semarang.Khair Rifo juga tercatat pernah bergabung di Tim Persija Jakarta. Postur tubuhnya yang tergolong kurus tidak menghalangi Rifo untuk bermain keras dan tanpa kompromi. Salah satu gelandang bertahan terbaik di masanya, hingga kemudian sukses menjadi salah satu pemain yang membawa Persija Jakarta meraih gelar juara di tahun 2001.Dari Medan, Jakarta hingga Bandung. Begitulah perjalanan karier Khair Rifo, pemain sepak bola era 1990-an, yang kini lebih banyak berkecimpung dalam pembinaan sepak bola usia dini.Nah Jak, apa hal lain yang kalian ingat dari sosok gelandang ini?

Jadi Satu Bintang “Ardi Warsidi”

Ardi Warsidi, seorang lulusan Diklat Ragunan, baru berusia 22 tahun saat juara bersama Persija di tahun 2001.Tergabung menjadi skuad Persija di tahun 2000, namanya mencuat menjadi bek tengah tangguh yang juga jadi andalanTim Nasional Indonesia.Di tahun 2001 ia bersaing dengan nama nama mentereng seperti Nuralim, Toyo, dan Joko Kuspito, menjadi bek termuda yang dimiliki Macan Kemayoran kala itu.

2018 Milik Persija

Menyambut Hari Ulang Tahun Persija Jakarta ke-92, Pengurus Pusat the Jakmania akan memberikan info-info mengenai sejarah Klub Kebanggaan kita loh! Penasaran? Nyok simak postingan kita yang ke dua puluh. Manajemen menyiapkan tim dengan matang kala itu, tidak terlalu jauh merombak tim dari liga sebelumnya membuat kekuatan Persija tidak bisa dianggap remeh. Menjadi tim dengan jumlah kemasukan sedikit dan jumlah gol yang lumayan banyak menjadi bukti bahwa skuad Juara memang sudah terbentuk dari awal. Sinyal bagus diberikan anak-anak Jakarta saat menjuarai Turnamen di Malaysia. Tak lama kemudian, Persija menjuarai turnamen pramusim Piala Presiden yang membuncahkan optimisme di kalangan the Jakmania. Lalu Persija menatap percaya diri Liga. Beberapa pertandingan krusial berhasil di menangkan termasuk laga laga away guna mengamankan poin 3 dan slot asia. Hingga

Hut Persija 92

Galeri PP the Jakmania saat menghadiri perayaan ulang tahun Persija Jakarta ke-92 tahun di kompleks National Youth Training Centre (NYTC), Depok - Jawa Barat.Perayaan secara sederhana ini turut dihadiri oleh Manajemen Persija, perwakilan klub internal, mantan pemain, dan beberapa pemain Persija Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Bapak Anies Baswedan turut hadir untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Persija melalui conference call.Dalam kesempatan ini, Ketua Umum the Jakmania juga memberikan sebuah plakat yang berisi ucapan dan doa dari the Jakmania untuk ulang tahun Persija Jakarta yang ke-92 tahun, sebagai bentuk dukungan penuh untuk tim kebanggan Ibu Kota.

Dream Team Tanpa Mahkota

Menyambut Hari Ulang Tahun Persija Jakarta ke-92, Pengurus Pusat the Jakmania akan memberikan info-info mengenai sejarah Klub Kebanggaan kita loh! Penasaran? Nyok simak postingan kita yang ke sembilan belas. Persija sukses mempersiapkan tim dengan matang dengan mengunci pemain pemain level 1 dengan bertabur bintang. Mulai dari sektor penjaga gawang hingga penyerang tidak ada celah untuk terlihat lemah. Bermain dengan sistem 2 wilayah kala itu, Persija tidak melangkah mulus menuju 8 besar. Namun modal 4 kemenangan di laga awal dan kemenangan tanpa tanding dengan Persib membuat Persija melaju di papan atas. Juga dengan skuad yang apik membuat Persija mampu lolos ke 8 besar bertemu PSM, Persebaya juga PSIS. Mampu menang melawan PSIS dengan menggilanya performa Agus Indra yang menciptakan 2 gol, imbang dengan