Banjarnegara, Biro Resmi Jakmania ke-8

Ada yang resmi nih!Selamat kepada teman-teman Jakmania Banjarnegara yang sudah sah menjadi Biro Resmi the Jakmania.Banjarnegara diresmikan menjadi bagian dari keluarga besar the Jakmania dan menyandang status sebagai Biro Resmi the Jakmania ke-08.Jakmania Banjarnegara sendiri dipimpin oleh Bang Fadil sebagai Kepala Biro. Sejarah Jakmania Banjarnegara Jakmania Banjarnegara yang berdiri pada tahun 2010 berasal dari rasa cinta bang Dhanz terhadap Persija dan kemudian beliau dedikasikan dengan mendirikan komunitas Jakmania di Banjarnegara . Dan disitulah beliau mengadakan perkumpulan yang awalnya hanya dihadiri oleh 4 orang  yaitu Bang Dhanz , Teguh , Gunawan , Dodo . Kemudian mulai bertambah menjadi 10 orang sampai 25 orang. Karena jumlah Persija fans di Banjarnegara semakin bertambah, akhirnya  dibentuklah struktur organisasi  agar lebih mudah dalam mengkoordinir anggotanya . Pada tanggal 27

Peresmian Ciracas Sebagai Wilayah Resmi Jakmania Ke 87

Akhir dari penantian yang sangat panjang untuk the Jakmania Ciracas yang kini menjadi Wilayah Resmi the Jakmania ke-87 akhirnya terwujud.The Jakmania Ciracas pertama kali dibentuk pada tanggal 14 April 2012 dibawah naungan the Jakmania Pasar Rebo, didirikan oleh 4 orang dengan Bang Ade sebagai Ketua dan menjadi sub korwil Pasar Rebo.Pasang surut di alami pada tahun 2016, sempat ingin mengajukan sebagai wilayah resmi di bawah ketua Bang Fandy namun belum berhasil, pergantian ketua dari mulai Bang Zabet (Supriyanto), Gilang Asca dan terakhir Bang Njung dengan semangat yang tidak pernah padam untuk berjuang terus dan mempersatukan pecinta Persija di wilayah Ciracas yang berada di ujung kota Jakarta Timur.Maka pada tanggal 14 Februari 2021, akhirnya the Jakmania Ciracas menjadi Wilayah Resmi the

“JeJak” Jelajah Jakmania Episode “Jak Ngawi”

Hi Jak..!!!Video pertama dari segmen terbarunya Infokom Jakmania sudah tayang lohh di official youtube @infokomjakmaniaInfokom PP the Jakmania berkolaborasi bersama Infokom Wilayah dan Biro the Jakmania untuk mulai memperkenalkan Wilayah dan Biro the Jakmania di segmen "Jelajah Jakmania". Segmen ini nantinya akan berisi cerita sejarah, rutinitas, hingga beragam kegiatan sosial yang dilakukan oleh teman-teman Wilayah dan Biro Resmi the Jakmania.Dan di edisi perdana "Jelajah Jakmania" ini ada cerita dari @jak_ngawi tentang perjalanan mereka hingga resmi menjadi Biro the Jakmania.Klik link yang ada di bio untuk langsung nonton videonya ya. Jangan lupa untuk like, komen dan subscribe juga Jak.Happy watching! https://www.youtube.com/watch?v=IyVcmhq5_4k https://www.youtube.com/watch?v=IyVcmhq5_4k

Peresmian korwil Cipayung, Wilayah Jakmania ke 86

Bukan cuma the Jakmania Bantar Gebang yang baru saja diresmikan, the Jakmania Cipayung juga ikut menyusul menjadi bagian resmi dari keluarga besar the Jakmania, di bawah kepemimpinan Korwil Cipayung yang bernama Andy Purnomo. Cipayung adalah sebuah kawasan yang merupakan kecamatan dengan wilayah yang cukup luas di Jakarta Timur. Kecamatan Cipayung mencakup 8 kelurahan yaitu Kelurahan Lubang Buaya, Kelurahan Ceger, Kelurahan Cipayung, Kelurahan Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kelurahan Cilangkap, Kelurahan Setu dan Kelurahan Bambu Apus. Di kecamatan ini terdapat berbagai macam tempat menarik untuk dikunjungi. Penantian Panjang Akhirnya Terwujudkan, Jakmania Cipayung menjadi Wilayah Resmi the Jakmania ke-86. Jakmania Cipayung terbentuk awalkali pada tahun 2004 dibawah naungan Jakmania Menteng. Saat itu Jakmania Cipayung dikoordinir oleh Bang Andy. Pada tahun 2012 dengan dianggotakan

Peresmian Bantar Gebang, Korwil Ke 85

Ada yang resmi nih! Selamat atas diresmikannya the Jakmania wilayah @bantar12gebang.Bantar Gebang resmi menjadi keluarga besar the Jakmania wilayah ke-85. Bantar Gebang sendiri akan dipimpin oleh Korwil mereka yang bernama Muhammad Ade Sopiyan (Bang Konde). Siapa yang tidak tahu daerah yang satu ini Bantar Gebang -Bekasi daerah yang sangat terkenal dengan tempat pembuangan sampah yang mampu menampung sampah-sampah dari kota Jakarta. Bantargebang adalah sebuah kecamatan di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini terbagi menjadi 4 kelurahan. Namun siapa sangka ternyata wilayah ini sudah terpapar virus orange, dimana atas peresmian wilayah tersebut menjadi bukti bahwa Bantar Gebang juga cinta Persija. Sekali lagi, selamat buat teman-teman the Jak Bantar Gebang dan semangat sebarkan virus oren di wilayahnya. Sajete! 🧡

the Jakmania Series: Semua karena Persija

Cerita ini ditulis oleh Ahmad Hamzah Fansyuri, anggota The Jakmania Condet, berdasarkan kisah perempuan suporter yang menolak namanya disebutkan. Perempuan suporter bukan lagi hal langka dalam sepak bola Indonesia. Tidak heran the Jakmania juga punya anggota perempuan suporter Persija. Ini adalah kisah perempuan suporter the Jakmania. Namun, perempuan ini menolak untuk mengungkap nama atau identitas lainnya. Sebagai putri mantan pemain sepak bola klub Indonesia Muda, menjadi wajar jika saya mengenal dunia sepak bola. Saya dan ayah tak pernah melewatkan pertandingan Persija Jakarta yang ditayangkan langsung di televisi. Setelah pertandingan, ayah melarang saya pergi ke stadion usai melihat aksi anarkistis suporter melalui televisi. Keesokan hari di sekolah, teman-teman saya membahas pertandingan Persija, termasuk soal kericuhan. Namun, satu di antara kami mengatakan bahwa keributan termaksud tidak seburuk kelihatannya. "Lu bakal guw ajak nonton langsung di sana

the Jakmania Series: Pelajaran yang Tidak Ada di Sekolah

Penulis adalah Muhammad Rifqy Thufeil (EKHY), pengurus Jakmania Wilayah Condet. Sebagai suporter Persija Jakarta, The Jakmania, saya menjadi anggota koordinator wilayah (korwil) Condet Cililitan (Jakarta Timur) sejak Oktober 2008. Kepastian menjadi anggota The Jakmania Korwil Condet terjadi satu bulan setelah ayah memberi tahu ada outlet pendukung Persija dekat rumah. Jaraknya hanya sekitar 1 km. Ketika itu saya masih anak SMP. Mendapat pencerahan dari seorang pengurus Korwil Condet, Bang Doni, saya mengetahui bagaimana cara menjadi anggota. Saya mendaftar sebagai anggota pada Oktober 2008 dengan biaya pendaftaran yang dikumpulkan dari uang jajan sekolah. Seminggu kemudian, saya mendapat kartu anggota dan t-shirt dengan semboyan di bagian belakang; "Gue Anak Jakarta". Resmi menjadi anggota the Jakmania, saya memberi tahu orang tua. Pesan mereka kepada saya, jangan berkelahi dan melakukan hal-hal aneh setelah menjadi anggota The Jakmania. Setelah menjadi anggota, saya

the Jakmania Series: Persija bukan Segalanya, tapi Selamanya

Penulis adalah Putut Santoso, anggota The Jakmania Solo. Liga 1 musim 2018 boleh jadi paling menarik karena Persija Jakarta menjadi juara dan kompetisi diikuti tim-tim besar eks-perserikatan. Sejumlah tim klasik eks-perserikatan itu antara lain PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, dan PSMS Medan yang mengikuti Liga 1 2018 dengan status tim promosi. Salah satu pertandingan yang saya tunggu adalah Persija vs Persebaya pada 3 Juni 2018. Persija harus menggelar laga kandang itu di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, karena venue di Jakarta di bisa digunakan. Bagi saya, ini adalah angin segar karena saat itu kuliah di Solo, Jawa Tengah. Semasa kuliah, saya selalu duduk tribune ketika Persija saat tandang ke Jawa Tengah. Pertandingan di Bantul dihadiri pula oleh suporter Persebaya, Bonek. Persoalannya, kapasitas Stadion Sultan Agung cuma 35 ribu orang. Padahal suporter kedua tim relatif banyak sehingga

the Jakmania Series: The Jak Outsiders, dulu Ketakutan kini Berani

Penulis adalah Nopiar Abdul Rohim, anggota The Jakmania Pondok Kacang Sub Wilayah Ciledug Plus. Ini adalah kisah tentang Outsiders, kelompok The Jakmania di pinggiran. Kisah pada 2000-an awal ini datang dari Jakmania Pondok Kacang, Sub Wilayah Ciledug Plus. Kisah tentang outsiders pada awalnya dikenal keras, bukan sekadar slogan. Maklum, kami berada di tanah rival, di pinggiran Jakarta. Lantaran perbatasan, gesekan antarsuporter menjadi mudah terjadi. Repotnya, pada awal 2000-an, jumlah The Jakmani di pinggran Jakarta relatif sedikit. Jadi, ketika mau menyaksikan Persija bertanding, suasannya cukup mencekam. Bahkan mengenakan jersey Persija di rumah pun tak berani. Mengenakan jersey oranye Persija di kawasan domisili bisa mendatangkan petaka. Jadi, kami cari aman. Sebuah cerita ketika kelompok outsiders akan menyaksikan pertandingan Persija. Kami menyewa angkot (angkutan kota). Tidak jarang mobil angkot hancur, rusak, atau kaca pecah ketika pulang dari stadion.

the Jakmania Series: Tandang ke Padang dengan Dua Roda

Penulis adalah Ryan Febriansyah, anggota The Jakmania Cileungsi. Berawal dari candaan tengah malam, kami sepakat untuk melakukan away days alias tandang ke Sumatera untuk menyaksikan laga Persija Jakarta pada Juli 2019. Dengan persiapan seadanya, kami berempat menggunakan dua sepeda motor yang "setengah sehat". Kami berangkat malam hari dari Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pagi hari kemudian, kami tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Turun dari kapal, kami masih harus menempuh sekitar 1.000 km. Tanpa berpikir makan dan istirahat, kami melanjutkan perjalanan. Kami hanya bermodal nasi bungkus dari rumah demi alasan hemat. Perjalanan kami beberapa kali tertahan razia polisi. Kami tak punya SIM sehingga tiba di Palembang, Sumatera Selatan, pada malam hari. Pada pagi buta, kami melanjutkan perjalanan menuju Padang di Sumatera Barat. Meski sudah berusaha tanpa makan dan istirahat, perjuangan kandas karena tiba di Padang saat