Jadi Satu Bintang “Nuralim”

Nuralim "Jabrik", anak Betawi asli yang karir professionalnya dimulai di Persipasi Bekasi.Jabrik datang ke Persija bukan sebagai pemain biasa, tapi sebagai juara Indonesia bersama Bandung Raya.Datang dengan status juara Indonesia tidak langsung memberikan efek instan untuk Persija.Gelar juara yang diidamkan publik Jakarta baru berhasil diraih 5 tahun kemudian.Salah satu hal unik dari Nuralim adalah kedekatannya dengan the Jakmania saat itu. Sampai-sampai Nuralim dibuatkan chants tersendiri oleh Jakmania.

Jadi Satu Bintang “Aris Indarto”

Aris Indarto adalah anggota skuat juara 2001 jebolan Diklat Ragunan. Mengawali karir professionalnya bersama PSB Bogor pada usia 18 tahun.Seiring performanya yang semakin baik, pemain yang sempat bermain bersama PSSI Baretti diboyong Persija di usia 22 tahun. Selama di Persija, Aris berhasil mempersembahkan gelar Juara Liga Tahun 2001, Brunei Invitational Cup Tahun 2000 dan 2001, Piala Bang Yos 2003.Aris Indarto juga pernah menjabat sebagai kapten Persija sejak tahun 2003 sampai tahun 2005.Di musim 2005, Aris hampir saja berhasil mempersembahkan 2 gelar bergengsi untuk Persija, tapi kandas di 2 final. Masing-masing dari Persipura dan Arema.

Jadi Satu Bintang “Washiyatul Akmal”

Washiyatul Akmal memperkuat Persija sejak musim 2000 sampai 2002. Perjalanan jebolan Persikota ini untuk menjadi pemain Persija terbilang cukup panjang.Lepas dari Persikota, Washiyatul masuk tim PON Jakarta terlebih dulu, setelah PON dia ikut seleksi Persija untuk musim 2000. Saat itu dia bersaing dengan pemain2 senior yang namanya sudah malang melintang di sepakbola Indonesia.Karena kualitasnya yang bagus di usianya yang masih muda, akhirnya coach Ivan Kolev memilihnya untuk masuk sebagai bagian dari skuat Persija musim 2000.Masuk ke Persija sebagai anak muda berusia 21 tahun, dia menjadi pelapis dari Budiman dan Anang Ma'ruf di posisi wing back pada formasi 3-5-2.Pemain asli betawi ini berhasil mempersembahkan gelar juara liga Indonesia untuk Persija pada musim 2001. Saat ini, Washiyatul menjadi Pelatih Tim Persija U-20

Jadi Satu Bintang “Joko Kuspito”

Joko Kuspito, arek Malang yang dari 20 tahun karir sepakbolanya tidak pernah memperkuat klub asal Malang. Sebagian besar karirnya dia habiskan bersama Persija Jakarta. Terhitung sejak tahun 1997 sampai tahun 2003, pemain jebolan Persema junior ini memperkuat Persija.Selama kurang lebih 7 tahun di Persija, Joko Kuspito memenangkan beberapa gelar bersama Persija. Di antaranya sudah pasti juara Ligina 2001, lalu Brunei Invitational Cup tahun 2000 dan 2001, dan yang terakhir Piala Bang Yos tahun 2003.

Jadi Satu Bintang “Ardi Warsidi”

Ardi Warsidi, seorang lulusan Diklat Ragunan, baru berusia 22 tahun saat juara bersama Persija di tahun 2001.Tergabung menjadi skuad Persija di tahun 2000, namanya mencuat menjadi bek tengah tangguh yang juga jadi andalanTim Nasional Indonesia.Di tahun 2001 ia bersaing dengan nama nama mentereng seperti Nuralim, Toyo, dan Joko Kuspito, menjadi bek termuda yang dimiliki Macan Kemayoran kala itu.

Hasil Akhir Persija vs Barito Putera Skor Akhir 1-0

Hasil Liga 1 2019 Indonesia, Hasil Akhir Persija vs Barito Putera Skor Akhir 1-0, Barito Putera Lesu. Barito Putera tertunduk lesu saat bertandang ke Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 2019 pekan ke-20, Hasil Liga 1 2019 Indonesia, Hasil Akhir Persija vs Barito Putera. Hasil Liga 1 2019 Indonesia, , Laskar Antasari dikalahkan dengan skor 0-1 lewat gol yang dicetak Heri Susanto pada menit 53 Senin (23/9/2019) sore. Akibat kekalahan di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi ini tim asuhan Djajang Nurjaman makin terbenam di zona degradasi atau peringkat dua dari bawah. 16 poin yang dikumpulkan Barito putra hanya terpaut satu poin dari peringkat dasar klasemen Semen Padang yang di pertandingan kemarin menang 2-1 atas PSM. Dilaga ini pemain baru Sackie Doe tampil untuk pertama kali bersama Barito Putera. Sementara tanpa 3 pemain akibat akumulasi kartu Bayu Pradana Nazaruddin dan Rafael da Silva, Djajang Nurjaman banyak memasang pemain tipe menyerang. Evan Dimas, Rizky

Pengganti Ivan Kolev di Persija

Lima hari setelah mundurnya Ivan Kolev, kini Persija sudah kembali menunjuk pelatih kepala baru yaitu Julio Banuelos Saez, asal Spanyol. Pelatih yang dulunya bermain sebagai pemain bertahan ini merupakan lulusan akademi Real Madrid, tapi sayangnya Coach Julio tidak pernah berhasil menembus tim utama klub pemegang gelar juara liga champions terbanyak itu.Coach Julio muda malang melintang di berbagai klub medioker liga spanyol. Ia memutuskan pensiun dini diusia 31 tahun dan mulai memasuki karir kepelatihan dengan menangani berbagai tim junior dalam satu klub. Coach yang kini genap berusia 48 tahun ini juga tercatat pernah menjadi asisten Luis Milla saat menangani Tim nasional Indonesia di Asian Games 2018 yang lalu. Saat ini, Coach Julio memegang lisensi kepelatihan level 3 RFEF (Asosiasi Sepakbola Spanyol)

THANK YOU KOLEV

Setelah rentetan hasil negatif di berbagai kompetisi yang dijalani Persija pada tahun ini, akhirnya pelatih kepala Persija, Ivan Kolev resmi mengundurkan diri dari posisinya per 3 Juni 2019. Persija di bawah komando Kolev melalui 21 pertandingan pada 5 kompetisi yang berbeda, dengan rekor delapan kali menang, delapan kali kalah, dan lima kali seri, serta gagal melaju ke fase gugur AFC Cup, terjerembab di zona degradasi Liga 1, kalah di kandang dari Kalteng Putra pada perempat final Piala Presiden, dan lolos ke semifinal Piala Indonesia setelah mengalahkan Bali United. Kalau mau dikatakan buruk, ya sangat buruk kondisi Persija akhir-akhir ini. Tapi, jika ingin fair, kondisi Persija saat ini bukan sepenuhnya salah Kolev. Iya betul, sebagian besar merupakan tanggung jawab Kolev karena beliau